DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 10 Juli 2019 / 22:32 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Biji Kecubung Untuk Gel Topikal Anestesi

SLEMAN, KRJOGJA.com - 3 Mahasiswa UGM yang diketuai oleh Ma’rifah (Fakultas Kedokteran Gigi), Naurul Izzah Nazhifah (Fakultas Kedokteran Gigi), dan Atisya Chairunisyanti Nabila Handari (fakultas Farmasi) dibimbing oleh drg. Indra Bramanti., MSc., Sp.KGA berinovasi membuat Gel Topikal dengan Formulasi Nanopartikel Kitosan yang dapat digunakan sebagai alternatif obat anestesi di bidang kedokteran gigi memanfaatkan tanaman kecubung. Penelitian ini dilakukanm dengan dana hibah Kemristekdikti 2019.

Tanaman kecubung sering disalahgunakan untuk zat penenang atau zat halusinogen. Menurut data yang diperoleh dari BNN (Badan Narkotika Nasional) tahun 2016 bahwa tingkat penyalahgunaan kecubung (Datura metel Linn.) sebagai zat halusinogen yang diobservasi dari tingkat pendidikan di indonesia dimulai dari SLTP-SLTA-Akademik tercatat mencapai angka 5,7 % yang meningkat dari data BNN tahun 2014 yaitu 3%.

Berdasarkan hal tersebut kecubung bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penyalahgunaannya terutama dalam bidang kesehatan dengan pembuatan gel topikal anestesi formulasi nanopartikel ekstrak biji kecubung yang diaplikasikan sebelum prosedur pencabutan gigi.

Zat aktif yang terkandung didalam biji kecubung yaitu alkaloid dan skopolamin menghambat kinerja muskarinik dengan memblok pengikatan asetilkolin pada reseptor muskarinik sistem syaraf parasimpatis sehingga berefek relaksasi tubuh. Efek samping berupa alergi yang disebabkan oleh bahan preservative (methyl paraben dan propyl paraben) yang mirip struktur kimianya dengan PABA (Para Amino Benzoic Acid) yang ada pada anestesi topikal yang beredar. Sehingga diperlukan bahan alami yang aman dan meminimalisir efek samping.

Penelitian diawali dengan pengambilan Biji kecubung di Hargobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta kemudian dilakukan ekstraksi dengan etanol 70%. Ekstrak yang didapatkan kemudian dilakukan formulasi nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Yang kemudian hasilnya diuji sitotoksisitas dengan MTT Assay yang menghasilkan data bahwa ekstrak Biji kecubung Formulasi Nanopartikel Kitosan memiliki sifat proliferatif terhadap sel vero yang digunakan sebagai media sel dengan memilki viabilitas sel rata-rata diatas 100%. Sehingga gel formulasi nano tersebut disimpulkan memilki biokompatibitas baik untuk digunakan sebagai aplikasi kedokteran gigi.

Selanjutnya gel diuji hot-plate analgesiameter pada mencit untuk mengetahui efektivitasnya terhadap onset dan durasi gel anestesi formulasi nanopartikel kitosan. Dari hasil tersebut diketahui bahwa Gel anestesi topikal Formulasi Nanopartikel Kitosan memiliki onset dan durasi yang baik yang dapat diaplikasikan dalam kedokteran gigi. Yang kemudian dapat dilakukan pengujian lebih lanjut agar Gel anestesi Topikal Formulasi Nanopartikel Kitosan dapat dikembangkan lebih lanjut. (*)