Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 10 Juli 2019 / 20:30 WIB

Tingkatkan Kesiap-siagaan Erupsi Merapi, Simulasi Evakuasi Dilakukan

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Siapkan kesiagaan terhadap aktivitas vulkanik Merapu yang bisa terjadi sewaktu-waktu, seluruh elem‎en yang terlibat penanganan kebencanaan, meliputi BPBD Boyolali dan Provinsi Jateng, TNI, Polri, Tagana, PMI, dan relawan melakukan gladi bersih evakuasi masyarakat dua pemukiman terdekat ke puncak Merapi, yakni Dukuh Stabelan dan Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Rabu (10/7/2019). 

Dalam simulasi tersebut, seluruh aspek dalam proses disiapkan. Diantaranya respon masyarakat terhadap kebutuhan evakuasi, ketepatan dan kecepatan waktu petugas menuju dan keluar wilayah evakuasi, sterilisasi jalur evakuasi, kebutuhan logistik dan petugas medis, hingga kesiapan kendaraan evakuasi, baik milik masyarakat maupun petugas. Seluruh proses evakuasi dihitung dengan cermat, sehingga bila suatu saat diperlukan, proses evakuasi bisa dilakukan secara efektif sebagaimana dilakukan dalam simulasi. 

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menjelaskan, dua dukuh lokasi simulasi adalah wilayah pemukiman yang masuk dalam radius 3 km dari puncak. Sehingga masyarakat setempat harus dikondisikan bagaimana respon mereka dalam kondisi darurat. Simulasi ini juga melatih teknis dan koordinasi antara seluruh pihak yang melakukan proses evakuasi. 
 
"Gladi bersih ini melibatkan seluruh pihak untuk meningkatkan koordinasi, diantaranya kluster dapur umum, kluster angkutan perhubungan, kluster komunikasi, hingga kluster kesehatan," jelasnya.

Terkait lokasi pengungsian bila pengungsi dari wilayah di lereng barat Merapi tersebut harus diungsikan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang melalui program sister village atau desa bersaudara. Dimana bila terjadi kondisi darurat, dua warga desa di Kecamatan Selo akan diungsikan ke dua desa di wilayah Magelang, yakni Desa Tlogoleleke Desa Mertoyudan, dan Desa Klakah ke Desa Gantang. 

Dalam sister village tersebut, para pengungsi akan ditempatkan di rumah-rumah warga yang sudah disepakati sebagai lokasi pengungsian. "Kedua desa di Magelang tersebut menjadi sister village sebab jalurnya lebih mudah untuk proses evakuasi. Karena berbeda wilayah, Kabupaten Boyolali sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kabupaten Magelang untuk program ini," tandasnya. (Gal)