DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 10 Juli 2019 / 19:47 WIB

Dana Desa Tumbuhkan Potensi Dan Perubahan

WONOSARI, KRJOGJA.Com - Desa merupakan sentra pembangunan yang sampai saat ini masih mendapat prioritas agar pengembangan  dan pemberdayaan potensi lebih optimal dan  berdampak terhadap masyarakat luas. Dari tahun ke tahun perhatian pemerntah terhadap desa semakin besar, baik menyangkut  tentang  pendanaan, fasilitas maupun program-programnya demi kemajuan desa.

”Meningkatnya dana desa agar diikuti upaya strategis dalam mengembangkan potensi dan dapat memunculkan perubahan,” kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah S Sos dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Dr Immawan Wahyudi MH pada Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Desa Klaster Gunungsewu di rest area Saptosari, Gunungkidul Rabu (10/07/2019).

Pemerintahan, pembangunan dalam pelayanan masyarakat serta upaya pengembangan potensi desa pada era saat ini membutuhkan keatif dan inovatif. Baik dari unsur pemerintah desa, lembaga desa dan unsur masyarakat. Melihat keberhasilan pembangunan di desa-desa  Kabupaten Gunungkidul saat ini maka pengembangan sikap kreatif dan inovatif menjadi peyumbang terbesar dalam meraih keberhasilan. Dalam rangka memacu timbulnya kreatifitas dan inovasi seluruh desa maka diadakan kegiatan Bursa Inovasi Desa yang dilaksanakan di tiga klaster. Termasuk  pelaksanaan di Klaster Gunungsewu yang meliputi Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Rongkop dan Girisubo ini,” imbuhnya.

Dilaporkan Ketua Kegiatan Jarot Hadiatmojo, kegiatan BID merupakan salah satu program dan forum penyegaran dan inisiatif dan  inovasi desa agar memperoleh informasi dan referensi. Juga mengenalkan keberhasilan pembangunan untuk masing-masing desa wilayah klaster Gunungsewu. Khusus di wilayah Klaster Gunungsewu ini diikuti 44 desa meliputi sebanyak 7 kecamatan. Dalam BID ini masing-masing desa diharuskan untuk memilih inovasi dalam bidang lah satuinfrastruktur, kiwirausahaan, sumber daya manusia. “Pilihan kegiatan tersebut dituangkan dalam kartu komitmen dan kartu ide,” ucapnya.

Ditambahkan Dana Susanta, salah satu pendamping Desa Klaster Gunungsewu, khusus pada bulan Juli sampai September mendatang desa-desa akan segera melaksanakan kegiatan perencanaan dan penganggaran untuk merumuskan program kegiatan prioritas. Dengan melalui Musyawarah Desa (Musdes) untuk mengefektifkan perencanaan pembangunan desa melalui Program Inovatif Desa (PID). Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD)  Gunungkidul Sujoko S Sos MSi, para kepala dinas terkait dan forkopimcam 7 kecamatan. (Bmp)