DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Juli 2019 / 12:53 WIB

Pembangunan ’Underpass’ YIA Sudah 60 Persen

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan DIY, Sidiq Muhammad Hidayat menegaskan, progress atau perkembangan pembangunan underpass Bandara Internasional Yogyakarta (BIY/YIA) yang menghubungkan Jalur Jalan Lintas Selatan Selatan (JJLSS) dari Desa Palihan - Desa Glagah Kecamatan Temon, Kulonprogo sepanjang 1.095 kilometer (km) saat ini telah mencapai 60 persen.

”Panjang total underpass bandara sebenarnya 1,4 km tapi yang tertutup sekitar 1,095 km. Karena pintu keluar masih membutuhkan lahan dengan panjang sekitar 100 meter,” kata Sidiq Muhammad.

Pihaknya menargetkan pembangunan underpass di dalam kompleks BIY tersebut Desember 2019. ”Akhir tahun ini target kami selesai dibangun dan bisa dilewati,” tambahnya.

Dalam proses pengerjaan infrastruktur tersebut, diakui ada sejumlah kendala dihadapi. Mengingat proyek berada di bawah permukaan air tanah maka hal tersebut yang menjadi tantangan terbesar mereka. Dijelaskan, agar para pekerja bisa bekerja dengan aman maka mereka harus selalu mengontrol ketinggian air.

Kondisi tersebut harus tetap dijaga sehingga dalam pengerjaan proyek tidak terganggu oleh air tanah. ”Sistem yang kami lakukan agar tidak terganggu air tanah adalah dengan dewatering. Sebuah metode dengan cara menggali tanah sampai sedikit di bawah permukaan air tanah. Sehingga tanah terbawa air, dan setelah terkumpul baru dilakukan pemompaan,” tutur Sidiq.

Dalam memenuhi target akhir Desember 2019 pembangunan underpass rampung secara keseluruhan maka pihaknya menerjunkan 500 pekerja lapangan. ”Jumlah tersebut belum termasuk pegawai di kantor dan mereka bekerja 24 jam penuh dengan sistem kerja tiga shift,” ujarnya.

Lebih rinci diungkapkan, underpass YIAdibangun dengan ketinggian mencapai 5,3 meter dan lebar empat lajur dengan satu pemisah di tengah-tengahnya. Barrier pemisah di tengah lajur merupakan tips bangun tidak full agar terkesan lebih lapang. ”Nanti underpass-nya kami urug tanah dengan kedalaman atau tebal tanah penutup mencapai tiga meter,” terangnya.

Kendati berada di daerah banyak air tapi pihaknya berani memastikan bangunan underpass akan tahan terhadap air. ”Tembok beton di sisi kiri dan kanan underpass ketebalannya mencapai 60 sentimeter dengan kualitas sangat bagus,” pungkas Sidiq Muhammad didampingi Humas Proyek Pembangunan BIY, Falla. (Rul)