Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Juli 2019 / 11:36 WIB

45 Desa di Klaten Terdampak Pembangunan Tol

KLATEN, KRJOGJA.com - Bupati Klaten Sri Mulyani meminta pembangunan jalur tol tidak menerjang sumber-sumber mata air di wilayah Klaten. Jika memang jalur tol nantinya mengenai sumber mata air, maka hendaknya dibelokkan karena sumber mata air ini sangat vital untuk kebutuhan masyarakat juga.

Sebelumnya Bupati didampingi pengembang PT Adi Karya dan Dinas Pekerjaan Umum  Penataan Ruang (DPUPR) Klaten telah melakukan inspeksi ke lahan yang akan dilewati jalur tol tersebut. Menurut Bupati, sepadan sumber mata air harus 200 meter, sehingga jalan tol yang mengenai sumber mata air harus dipindah.

Jalan tol akan melintasi tiga sumber mata air di Klaten, antara lain di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum. Jaraknya kurang dari 200 meter, maka jalur tol harus digeser karena sumber mata air dimanfaatkan PDAM untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Terdapat 45 desa dalam 9 wilayah kecamatan yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol, dengan luas lahan secara keseluruhan seekitar 6000 hektar.

Pengecekan lahan telah dilakukan untuk mengetahui secara pasti lokasi mana saja yang akan terkena pembangunan jalan tol. Bupati berharap agar Pemkab Klaten dapat dilibatkan dalam setiap pembahasan jalan tol, termasuk jika ada perubahan jalur.

“Kami menampung aspirasi warga seperti rencana rest area di Beku, Karanganom. Di tempat itu banyak pemukiman dan makam kuno, maka diusulkan agar digeser. Namun rest area tetao diusulkan dibangun di Beku Karanganom dan rest area kedua di Karangnongko,” kata bupati.

Exit tol, yang semula direncanakan ada dua tempat, mengalami revisi menjadi tiga tempat. Exit tol ketiga direncanakan di Borangan, Manisrenggo. Dua sekolah, yakni SD IT dan SMP di wilayah Ngawen juga terkena dampak pemabnguan tol, namun pihak sekolah tidak keberatan asalkan dibangunkan pengganti yang lebih bagus.

Bupati minta agar  Pemkab Klaten dilibatkan dalam setiap pembahanan pembangunan jalan tol yang melintasi Klaten. Dengan demikian, setelah lokasi dan denah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, diharapkan sudah sesuai aspirasi masyarakat dn tidak ada permasalahaan lagi. (Sit)