DIY Editor : Agung Purwandono Rabu, 10 Juli 2019 / 02:48 WIB

Laris, 'Anjing' dan 'Babi' Goreng di FKY 2019

BANTUL, KRJogja.com - Pembeli makanan di Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) yang berlangsung di Kampoeng Mataraman sempat ragu ketika melihat nama menu di salah satu stan kuliner di tempat ini. Menu yang disajikan sebagian besar serba hewan berkaki empat, bahkan ada 'anjing' dan 'babi' goreng. .

Menjual 'anjing' dan 'babi goreng'  tak membuat kedai ini sepi pengunjung, justru banyak yang tertarik karena nama menunya yang sedikit provokatif. Bukan olahan daging hewan, ternyata makanan tersebut hanyalah sebuah roti goreng jenis cakwe dalam bentuk anjing dan babi.

Baca Juga : 

Video Preman KO Dipukul Helm di Ngadisuryan Viral

Cinta Bersemi di Semin, Kakek 88 Tahun Nikahi Nenek

Selain bentuk dua hewan tadi, ada juga bentuk domba, dinosaurus, sapi, hingga gurita dengan tambahan sosis di dalamnya. Untuk mendapatkan 2 menu makanan unik ini pengunjung hanya perlu membayar 15 kethip uang lokal hasil penukaran Rp 15 ribu uang sah di tempat penukaran uang.

 “Kalau masih sore itu bentuk dinosaurus lumayan banyak dipesan karena anak-anak yang beli, tapi agak malam dikit bentuk anjing dan babi jadi menu favorit kawula muda-mudi,” kata Lia, owner di warung Roti Goreng Grr menerangkan menu yang paling laris terjual.

Keunikan lain dari menu yang dijual di kedai ini selain nama hewan, prinsip menggunakan tusuk tanpa bungkus juga ditonjolkan. Selain menekan jumlah sampah plastik, makanan dengan tusuk mudah dibawa dan juga bagus untuk dibuat food photography.

“Sebelum saya beli, tadi sempat salah paham hanya karena nama menunya. Eh, ternyata setelah beli kok roti bentuk anjing sama babi, lucu dan unik juga,  ya saya foto buat instastory di medsos,” tutur Sholiha salah satu pengunjung FKY 2019 asal Sleman.

Bagi pengunjung yang hanya melihat sekilas tentu merasa aneh dengan menu anjing dan babi goreng. Tapi ketika didekati dan ternyata tidak ada hewan yang tercantum di menu, kebanyakan dari mereka akan kikuk karena sudah salah paham lebih dulu.

Menurut keterangan Lia(owner), pernah ada satu pasangan yang sebelumnya enggan membeli roti goreng ini karena terpampang menu anjing dan babi, setelah memastikan dan ternyata yang dilihat hanya roti bentuk anjing dan babi, mereka jadi salah tingkah dan saling tertawa.

Selain menarik perhatian karena nama dan bentuknya yang unik, kedua menu ini sebenarnya juga punya pesan tersirat terkait isu-isu sosial yang tengah marak. Menurut Li, penamaan menggunakan kedua hewan tersebut terinspirasi dari isu sosial yang sedang trending.

“Tujuan ambil nama dua hewan itu agar pengunjung tidak perlu suudzon dan sepaneng hanya karena satu hal. Penamaan hanya bagian dari joke saja. Cukup datang dan dicoba dulu sebelum berpikiran lain,” lanjutnya.

Karena nama menu dan bentuk yang unik dan hanya dijual di kedai ini,  terlihat beberapa pengunjung masih rela mengantre untuk membeli roti goreng unik ini bahkan sampai acara FKY tutup pada pukul 22.00 WIB. (Nur Yuva P/Mahasiswa Magang Universitas Negeri Malang.)