DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 09 Juli 2019 / 15:38 WIB

82 Koperasi di Gunungkidul Terpaksa Ditutup

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 82 koperasi di Gunungkidul terpaksa ditutup, karena tidak lagi memenuhi kriteria koperasi sehat. Penutupan koperasi tersebut dilakukan secara bertahap, setelah lewat sosialisasi dan pembinaan secara maksimal. Artinya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak serta merta menutup begitu saja.

Ada tahap pembinaan sosialisasi dan setelah lewat banyak tahapan tidak ada kemajuan baru dilakukan penutupan. Sementara jumlah koperasi yang sehat juga lebih banyak ada 191 koperasi.

“Ada beberapa koperasi yang masih tahap pengawasan dan pembinaan. Kalau tidak ada kemajuan kemungkinan menyusul akan ditutup juga,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Widigdo MSi.

Diingatkan, tantangan koperasi saat ini semakin berat. Di masyarakat tumbuh lembaga-lembaga ekonomi yang siap memberikan pelayanaan kebutuhan.

Jika pengurus koperasi tidak mampu berbenah, berkreasi dan inovasi, besar kemungkinan jumlah koperasi yang akan ditutup semakin banyak. Itulah sebabnya, pengurus koperasi perlu terus meningkatkan kemampun dan keterampilan agar tidak tergilas pesaingnya.

Sementara Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asek I) Drs H Sudodo MM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Widigdo MSi dan sejumlah pejabat yang lain. Ada beberapa kegiatan dalam menyambut Hari Koperasi, selain akan ada rerepsi di Alun-alun Wonosari, juga ada acara bakti sosial di Kecamatan Panggang, Gunungkidul Expo yang diikuti para pelaku UMKM, senam dan jalan sehat dan beberapa acara yang lain.

Dalam kesempatan tersebut Kadin Koperasi UMKM Widigdo menyampaikan UMKM di Gunungkidul sudah banyak membantu masyarakat, dalam hal ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga tidak lagi terjerat rentenir. “Harapan ke depan semua UMKM dan BMT masuk koperasi,” tambahnya. (Ewi/Ded)