DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 09 Juli 2019 / 13:32 WIB

Jahe Merah Berkhasiat Sembuhkan Penyakit Ginjal

SLEMAN, KRJOGJA.com - Jumlah jahe merah di Indonesia begitu melimpah lantaran budidaya yang mudah dilakukan. Khasiat tanaman ‘empon-empon’ tersebut pun dikenal begitu banyak dan menginspirasi banyak orang untuk mengembangkan lebih jauh.

Tiga mahasiswa UGM yakni Nada Hanifah, Yusuf Farid Achmad (FKH) dan Aida Humaira (Fakultas Farmasi) menjadi tiga orang yang terinspirasi khasiat jahe merah untuk menyembuhkan penyakit berkait dengan ginjal. Senyawa gingerol, shogaol, flavanoid dan antioksidan yang ada pada jahe merah seturut penelitian mereka ternyata mampu menekan enzim berlebih pada ginjal yang diketahui mampu menekan penyakit gagal ginjal.

Nada Hanifah mengungkap penyebab utama gagal ginjal adalah diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang kemudian memicu kerusakan fungsi ginjal. Senyawa pada jahe merah menurut dia mampu menekan kerusakan ginjal yang dengan menetralisir faktor penyebab tekanan darah tinggi.

“Jahe merah diformulasikan dalam nano emulsi sehingga sangat lebih aman untuk ginjal. Jahe merah ditambah VCO, aquadest, magnetic stirer diekstrak dengan ethanol 96 persen untuk memaksimalkan kandungan di dalamnya,” ungkap Nada Selasa (9/7/2019).

Pemilihan jahe merah sendiri selain jumlah yang melimpah menurut para mahasiswa tersebut juga didasari dengan harga murah sehingga mampu dijangkau berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya, penyakit gagal ginjal dewasa ini tak hanya dialami kalangan menengah ke atas saja namun berbagai lapisan masyarakat.

Ekstrak jahe merah yang diberinama Zaha tersebut telah melewati satu tahap ujicoba pada hewan dan hasilnya terbukti sukses. Pekerjaan rumah pun akan dikerjakan tiga mahasiswa tersebut untuk nantinya melalui tahapan klinis hingga Zaha tersebut bisa dikonsumsi manusia dan membawa manfaat pada masyarakat.

“Kami sudah melalui satu tahapan ujicoba ke hewan, dan kedepan proses masih sangat panjang hingga bisa dikonsumsi manusia secara oral sesuai apa yang kami harapkan. Namun demikian kami sudah komitmen untuk membawa Zaha agar bisa dikonsumsi manusia dan bermanfaat,” sambung Nada. (Fxh)