DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 09 Juli 2019 / 11:25 WIB

Umumkan Pengunduran Diri Bupati Kulonprogo, Ketua DPRD Terharu

PENGASIH, KRJOGJA.com - Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE tidak mampu menahan haru ketika mengumumkan pengunduran diri Bupati Kulonprogo dan usul pengesahan pemberhentian Bupati Kulonprogo masa jabatan 2017-2022, Senin (08/07/2019), di Ruang Kresna Gedung DPRD setempat. Rasa haru terasa sekali ketika mengucapkan kata-kata pengumuman tersebut.

Seperti diketahui pimpinan DPRD sudah menerima surat dari Bupati Kulonprogo Nomor 100/3219 tanggal 1 Juli 2019 yang menyatakan bahwa dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) mengundurkan diri dari jabatan Bupati Kulonprogo periode 2017-2022 karena diangkat menjadi Pejabat pimpinan Tinggi Utama di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai Kepala BKKBN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2019.

Akhid mengakui dirinya terharu karena dalam perjalanan mengelola pemerintahan Kabupaten Kulonprogo antara Eksekutif, Legislatif, pak bupati dan wakil sangat baik. "Beliau menjaga silaturahmi, koordinasi dengan DPRD itu sangat baik. Sehingga wajar, bahkan kalau jujur barangkali yang terharu bukan saya sendiri. Hanya yang terucap dan terekspresi hari ini saya. Karena harus mengumumkan dalam paripurna. Dalam hati saya, dan tentunya Pak Tejo, sama, semua keberatan untuk menerima kenyataan ini. Tetapi kami harus rela, legawa dan berbangga diri, karena Pak Hasto berprestasi di kancah nasional," tandasnya.

Wakil Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo mengaku terharu juga. "Saya sudah menjadi pasangan Pak Hasto sejak tahun 2011. Jadi sebenarnya tidak hanya bu Akhid, saya juga bersedih. Karena seperti seorang isteri diceraikan suaminya. Mudah-mudahan hanya pisah ranjang saja. Antara saya dan beliau tidak ada sekat, lahir batinnya sudah lengket. Beliau sangat baik kepada saya dan saya juga. Sangat kompak dan Pak Hasto merasakan pula demikian," ujar Sutedjo.

Sutedjo mengatakan Pak Hasto sudah mengundurkan diri dan itu menjadi keputusan presiden. Meski berat tetapi harus dilepas. "Namun saya merasa lega sedikit, setelah beliau menyatakan meskipun tugas di Jakarta, Pak Hasto tetap warga Kulonprogo. Artinya, tidak mengurangi peran beliau bersama-sama memikirkan Kulonprogo. Melalui kewenangannya, sebab beliau saat ini tidak hanya memikirkan Kulonprogo," kata Sutedjo sembari minta doa agar Pak Hasto bisa amanah mengemban tugasnya.

Adanya pengumuman ini, lanjut Akhid, diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian. Bila sudah SK dari Kemendagri tentang pengunduran diri bupati, baru menggelar rapat paripurna pengusulan wakil bupati menjadi bupati. Surat langsung dikirim ke Mendagri melalui Gubernur. "Kalau mengacu yang sudah terjadi seperti di Kebumen dengan kasus berbeda (karena bermasalah), Trenggalek (kasus sama, bupati mengundurkan diri/ berprestasi/menjabat Wagub Jatim), kira-kira butuh waktu satu bulan," kata Akhid.

Saat ini persiapan Dewan adalah pada pengisian wakil bupati (wabup). Jadi partai pengusung atau gabungan partai pengusung segera melaksanakan lobi-lobi atau koordinasi antar sesama partai pengusung. Kemudian mengerucutkan nama yang diusulkan untuk menjadi pengganti dari wakil bupati. "Syaratnya sama dengan UU Pilkada. Seperti bupati dan wakil bupati mencalonkan diri sesuai yang reguler, hanya ada beberapa hal spesialis tentu tidak seperti persyaratan yang reguler. Karena ini sifatnya seperti pergantian antar waktu (PAW) tetapi untuk wakil bupati," ucapnya. (Wid/Rul)