Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 08 Juli 2019 / 12:55 WIB

HUT Klaten, Beragam Tari Tradisional Dipentaskan

KLATEN, KRJOGJA.com - Bupati Klaten Sri Mulyani berharap tari tradisional bisa dilestarikan dan diangkat kembali pamornya dengan cara dipentaskan dalam berbagai event. 

“Pentas tari mempunyai arti penting sebagai sarana mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat dengan pemerintah kabupaten,” kata Bupati Senin (8/7/2019).

Sehubungan hal itu, dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215, Pemkab Klaten telah menggelar pentas berbagai tari di Alun-alun Klaten. Hal ini sebagai bukti komitmen pemerintah untuk mengangkat dan melestarikan kesenian tradisional tersebut.

Sekitar 500 penari yang berasal dari 13 sanggar tari di wilayah Klaten menunjukkan kebolehannya menari di Alun-alun Klaten, Sabtu (6/7/2019).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga  Kabupaten Klaten Endang mengatakan, pentas tari diselenggarakan  dalam rangka Hari Jadi Klaten ke-215, dan dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan budaya secara  rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai upaya melestarikan seni tradisional. Tahun lalu pernah digelar tari gambyong kolosal di sepanjang Jalan Pemuda, melibatkan ribuan penari.  

Untuk tahun ini berbagai tari juga ditampilkan, namun bertempat di alun-alun, dan masing-masing sanggar menyajikan jenis tari yang berbeda.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Sanggar  Tari Klaten, Martha Endang, ada sepuluh jenis tarian yang ditampilkan. Antara lain tari Gambyong, tari Luyung, Jaranan dan tari Ledek Tembayatan serta tari Cangikan.

Dua jenis tari, Ledek Tembayatan dan Cangikan diharapkan akan menjadi tari identitas Kabupaten Klaten. (Sit)