DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 08 Juli 2019 / 13:21 WIB

Cegah Stunting, IBI Perkuat Kesehatan Ibu Hamil

WONOSARI, KRJOGJA.com - Mencegah terjadinya ‘stunting’ (pendek)  atau akibat gangguan  gizi kronis, pemerintah pusat telah mengintruksikan kepada Kementerian  Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT) untuk mengalokasikan anggaran mengatasi permasalahan kesehatan bayi. 

Bahkan pemerintah desa (pemdes) mulai 2020 diwajibkan mengalokasi anggaran untuk program pengendalian kesehatan reproduksi, gizi dan stunting. “ Jadi mulai tahun depan pemdes wajib mengalokasikan untuk program ini. Nantinya dari puskesmas bisa melakukan koordinasi dengan desa,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Dewi Irawati dalam Talkshow Perempuan Gunungkidul Bersatu Padu Kendalikan Masalah Kespro, Gizi dan Stunting di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, Minggu (7/07/2019).

Kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 68 dihadiri Bupati Hj Badingah SSos, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan, Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Sujoko MSi, Wakil Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI DIY Hj Kusminatun AMd Keb SPd MSc, Ketua IBI Hj Budi Astuti dan  lintas organisasi perempuan. Momentum ini diharapkan muncul sinergi antar organisasi perempuan mengatasi permasalahan kesehatan ibu hamil maupun bayi.  Sebelumnya dilaksanakan senam sehat bersama. 

Hj Badingah SSos menambahkan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan  memperkuat kesehatan ibu hamil. Jangan sampai terjadi anemia, kurang energi kronis, mencegah keterlambatan, merujuk sedini mungkin bila ada permasalahan, menyusui ASI selama 6 bulan. Selain itu optimalisasi buku KIA. Termasuk pelayanan harus sesuai standar.  Bayi perlu dipantau baik ke posyandu maupun pelayanan kesehatan. "Serta menyiapkan makanan bergizi bagi balita, hingga usia 2 tahun perlu mendapatkan asupan yang cukup," jelasnya. (Ded)