Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 07 Juli 2019 / 17:13 WIB

Langkah Pecatur Indonesia Berat

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Peluang pecatur putra dan putri Indonesia meraih tiga besar tergolong tipis di Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 di Karanganyar. Tak banyak yang diandalkan di babak-babak terakhir.

Hingga usai pertandingan babak ke empat nomor standar atau catur klasik, Kamis (4/7) siang, posisi tiga besar diduduki pecatur negara lain. Pecatur harus melakoni sembilan babak pertandingan pada nomor catur standar. Pecatur putra Anh Khoi Nguyen dari Vietnam berada di peringkat pertama dengan 4 poin, karena belum terkalahkan sejak babak pertama. Sementara di peringkat kedua dan ketiga adalah Kaumandur Srihari Raghunandan dari India dengan 3,5 poin dan Mahdi Gholami Orimi dari Iran dengan 3 poin. Sementara untuk putri, Assel Serikbay dari Kazakhstan memimpin dengan 4 poin, disusul Sakshi Chitlange dan Aakanksha Hagawane, keduanya dari India, masing-masing dengan 3,5 poin di peringkat kedua dan ketiga. 

Pecatur putra Indonesia yang masih cukup berpeluang untuk naik ke peringkat atas tinggal Catur Adi Sagita yang mengantongi 3 poin dari empat babak pertandingan dan berada di posisi keenam. 

Di peringkat kesembilan dan kesepuluh, ada Constantius Leonardo Pratama dan Yoga Pradafa Harahap yang memiliki 2,5 poin dari empat pertandingan. 

Pecatur putri Ummi Fisabilillah juga masih berada di 10 besar, hingga pertandingan babak keempat berakhir. Dia berada di posisi 9, dengan 2,5 poin. 

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), Kristianus Liem, memastikan pecatur Indonesia kalah jauh dari pecatur langganan juara asal Vietnam “Sepertinya yang jadi favorit juara Nguyen Anh Khoi itu, tidak ada yang bisa nahan walaupun masih ada 5 babak lagi,” ujarnya pada Kamis.

Menurut Kristianus, sebenarnya Indonesia berharap pada Arif Abdul Hafiz. Tetapi sampai babak keempat, dua poin baru dikemas.

“Ibarat perang pelurunya sudah tidak punya cadangan, kalau juara menang 7 poin dia sudah kehilangan 2 poin artinya 5 terakhir harus menang terus walaupun di babak selanjutnya dia akan main dengan lawan yang lebih rendah yang sama-sama punya 2 poin juga,” ungkap dia.

Di U-20 putri, pecatur Indonesia juga harus berusaha lebih keras lagi. Ummi Fisabilillah baru mengumpulkan 2,5 poin dari empat babak dan saat ini berada di peringkat 9. Kini, tim Indonesia mengandalkan Novendra yang berpeluang merebut emas di catur kilat.

“Dia kandidat GM. Sudah mengantongi tiga norma GM, tapi ratingnya belum cukup untuk menjadi GM. Makanya dia tidak turun di nomor standar AJCC 2019, karena kalau sampai kalah, ratingnya bisa turun. Dia hanya tampil di nomor catur cepat dan catur kilat,” imbuhnya. (Lim)