DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 07 Juli 2019 / 01:10 WIB

Maskapai Asing Siap Mendarat di YIA

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) atau Bandara baru Yogyakarta kini sudah beroperasi meski perkembangan pembangunannya baru 65 persen.

Bandara megah dan modern tersebut ditargetkan akan selesai 100 persen pada akhir 2019. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan saat sudah rampung 100 persen, maskapai asing akan mulai masuk ke bandara tersebut. Kendati demikian dia masih enggan membocorkan nama maskapai yang dimaksud.

"Yang terpenting juga ada airline asing yang mau masuk ke Bandara YIA," kata dia, di Bandara YIA.

Dia menyatakan, hal tersebut merupakan kabar baik bagi industri pariwisata di Yogyakarta. Sebab dapat dipastikan jumlah turis asing akan meningkat.

"Ini satu hal yang positif tentu saja kalau kita bisa bawa turis ke Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, saat ini baru ada dua maskapai yakni Batik Air dan Citilink yang terbang dari dan menuju Bandara YIA. Rute yang dilayani pun baru domestik.

"Saat ini sudah ada dua maskapai yakni Batik Air dan Citilink," ujar dia.

Dia melanjutkan, penambahan maskapai baru akan dilakukan ketika seluruh pembangunannya sudah selesai.

Proses pemindahan penerbangan akan mulai dilakukan secara bertahap, baik domestik maupun internasional dan dilakukan secara bersamaan. 

"Semua akan pindah ke sini dan dilakukan bertahap internasional akan dilakukan bersamaan dengan domestik," kata dia.

AP I percaya diri bisa memberikan dampak positif di daerah Kulonprogo dari pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta yang memiliki kode bandara YIA tersebut. Jika sudah beroperasi 100 persen di akhir 2019, YIA akan menampung sebanyak 14 juta penumpang pertahunnya.

"Ini baru 65 persen, untuk 100 persennya nanti akan selesai di Desember 2019. Kalau dari sisi kapasitas jika sudah selesai 100 persen bisa menampung sebanyak 14 juta penumpang," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Meski pengoperasian YIA masih berjalan temporari, namun sudah disesuaikan berdasarkan kebutuhan penerbangan. "Saya kira penyelesaian YIA ini menjadi bandara yang pembangunannya tercepat di dunia mungkin, hanya dalam waktu satu tahun lebih sedikit sudah bisa diselesaikan," kata Faik.

Faik menambahkan, Angkasa Pura I saat ini sedang mengatasi 'lack of capacity' dengan terus meningkatkan kapasitas penumpang di bandara Semarang, Solo maupun Yogyakarta. "Di Bandara Ahmad Yani Semarang misalnya, kita sudah bisa menyelesaikan yang dulu kapasitas setahunnya hanya bisa menampung 800.000 orang, sekarang bisa 6 juta penumpang setahun. Terminal baru yang sudah kita selesaikan tingkat pertumbuhan traffic maupun tingkat reveneunya paling tinggi dibanding bandara yang lain," paparnya.

Sedangkan untuk Bandara Adi Soemarmo Solo, kapasitasnya juga telah ditingkatkan dari 1,5 juta penumpang menjadi 3 juta penumpang pertahun. Adapun untuk YIA Kulonprogo ditargetkan bisa selesai akhir tahun dengan kapasitas 14 juta penumpang pertahun.

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, saat ini pergerakan pesawat udara di YIA masih 10 pergerakan perjam. Kapasitasnya bisa dimaksimalkan menjadi 30 pergerakan perjam, seiring dengan selesainya 100 persen infrastruktur bandara tersebut. (*)