Peristiwa Editor : Agus Sigit Sabtu, 06 Juli 2019 / 14:26 WIB

LAPORAN WARTAWAN KR DARI TANAH SUCI

Hotel di Madinah Siap Terima Jemaah Haji Indonesia

MADINAH, KRJOGJA.com - Jemaah haji Indonesia tidak perlu sungkan untuk meminta layanan fasilitas hotel yang bakal ditempati selama di Madinah. Sebab seluruh ruangan dan fasilitas sudah disewa secara penuh pada musim haji Pemerintah Indonesia bagi jemaah haji.

 

"Jemaah harus berani meminta jika ada fasilitas yang belum lengkap atau dibutuhkan. Misalnya jangan sungkan meminta ganti sprei atau handuk," ucap Ketua Sektor 3 Madinah PPIH Arab Saudi 2019 Jamal M Marki sela melakukan pengecekan Hotel Isyraq Al Bustam di area Markaziyah Madinah, Sabtu (6/7) pagi waktu setempat.

Rencananya hotel tersebut akan ditempati jemaah haji kloter pertama dari Embarkasi Surabaya SUB 01. Ada total 140 kamar di hotel yang memiliki 10 lantai tersebut. Memiliki 560 tempat tidur, dilengkapi ruang makan yang mampu menampung 450 jemaah.

"Jarak hotel dengan Masjid Nabawi sekitar 150 meter. Satu kamar dilengkapi empat tempat tidur dengan fasilitas kamar mandi dalam dan kelengkapan lain termasuk dua air mineral galon di tiap lantai," sambungnya.

Selain itu di tiap lantai juga dilengkapi tempat menjemur pakaian yang cukup luas. Diharapkan dengan layanan yang diberikan ini, jemaah haji makin merasa nyaman sehingga dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan baik.

"Jaga kebersihan dan ketertiban. Jangan merokok di ruangan. Jangan juga makan di kamar karena sudah disediakan di ruang makan," imbuhnya.

Sedang dr Ronny Yuliandri dari Tim Gerak Cepat (TGC) Sektor 3 menghimbau jemaah haji yang baru tiba di hotel tidak langsung memaksakan diri untuk melaksanakan ziarah. Sebab setelah melakukan perjalanan panjang, badan rentan kelelahan dan disarankan untuk istirahat terlebih dahulu.

"Karena cuaca panas, saat keluar hotel jangan lupa Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah diberikan atau dipesankan dari tanah air," sebut dr Ronny.

Sementara bagi jemaah yang miliki catatan riwayat penyakit di tanah air, diharap segera berkonsultasi dengan TKHI. Pihaknya juga siap memfasilitasi jika ada keadaan darurat dan harus dirujuk di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

"Jangan lupa konsumsi obat jika memang ada obat rutin. Tunjukkan obat tersebut pada petugas," imbuhnya.

Makan secara teratur juga sangat disarankan. Termasuk memperhatikan jatah katering yang diberikan karena memiliki masa kadaluarsa.

"Jika diberikan makanan, bisa segera dinikmati. Jangan sampai terlalu lama didiamkan karena ada masa kadaluarsanya," ingatnya. (Feb)