Olahraga Agregasi    Jumat, 05 Juli 2019 / 17:55 WIB

Agostini Sebut Era Rossi Sudah Berakhir

ZWICKAU, KRJOGJA.com – Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, meyebut pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, sudah melemah. Rossi dinilai Agostini mulai keteteran untuk menghadapi para pembalap lain yang lebih muda.

Performa Rossi memang menurun drastis dalam tiga balapan terakhir karena ia selalu gagal untuk menyentuh garis finis. Akan tetapi, penurunan performa Rossi sejatinya sudah terjadi sejak MotoGP Belanda 2017.

MotoGP Belanda 2017 jadi balapan terakhir yang Rossi menangkan hingga saat ini. Setelah itu, The Doctor -julukan Rossi- praktis hanya bersaing untuk memperebutkan podium tanpa mampu memenangkan balapan.

Catatan buruk itu sungguh aneh apalagi Rossi adalah legenda hidup MotoGP yang sudah mengoleksi 14 gelar juara di kelas utama. Rossi hanya berselisih satu gelar dari Agostini yang hingga saat ini masih memegang rekor sebagai pembalap dengan koleksi gelar juara terbanyak sepanjang sejarah.
Selisih satu gelar juara itu awalnya dikira banyak orang akan mudah dilewati Rossi tetapi kenyataan berkata lain. Performa Rossi yang semakin menurun menyulitkan ia untuk menyamai rekor Agostini. Menilik pada hal itu maka tak heran jika banyak orang yang menilai era Rossi di MotoGP telah selesai.

“Valentino melakukan apa yang dia bisa, tetapi dia tidak bisa mengikutinya (para pembalap lain) dan ini menciptakan masalah baginya. Vale –sapaan akrab Rossi– melakukan banyak hal, banyak, tetapi tahun-tahun berlalu. Untuk semua orang. Mereka lulus untuk (Diego Armando) Maradona, Cassius Clay (Muhammad Ali), (legenda balap sepeda) Eddy Merckx. Mereka lulus dan begitu juga saya, kalau tidak saya masih akan melaju di trek hari ini,” ujar Agostini, seperti yang dikutip dari Motorsport, Jumat (5/7/2019).

"Tahun-tahun berjalan dan pada titik tertentu Anda menyadarinya dan mulai berpikir (untuk pensiun). Kami semua ingin dia berada di sana lagi, untuk selalu menjadi nomor satu, tapi saya pikir semua orang jelas tahu bahwa lawannya jauh lebih kuat,” pungkasnya.  (*)