Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 05 Juli 2019 / 16:05 WIB

Putra Petani Solok Lulus Terbaik AKPOL

SEMARANG, KRJogja.Com - Brigadir Taruna (Brigtar) Muhammad Idris terbata-bata ketika harus menjawab pertanyaan wartawan seputar perasaannya ketika wisuda taruna Akpol angkatan Ke-50, dihadiri orang tuanya, Dasrial. 
Apalagi Muhammad Idris dikukuhkan sebagai lulusan terbaik penyandang predikat tertinggi Adhi Makayasa dan Ati Tanggap Emas yang diserahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Gedung Cendekia Komplek Akpol, Jumat (5/6/2019).
Idris mengaku bangga dan terharu, karena bapaknya yang seorang petani di Desa Muniak Lawe, kecamatan Sunai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat akhirnya bisa datang menyaksikannya diwisuda. menurutnya tak pernah terbayangkan bapaknya akan hadir, karena selain kesibukannya sebagai seorang petani juga terbentur masalah beaya.
Idris juga mengaku keluarganya termasuk dalam kategori kurang mampu. Namun dirinya berhasil masuk Akademi Kepolisian (AKPOL) tak sedikitpun menggunakan beaya.
 "Semuanya gratis. Kalau harus bayar mungkin saya tak bisa masuk Akpol. Jadi saya tegaskan masuk Akpol tidak perlu bayar", ungkap Muhammad Idris.

Kehadiran orang tua Idris memang menjadi kado membahagiakan. Sebab sepengetahuannya Dasrial tak akan menghadiri wisuda putranya karena faktot tak punya beaya. Namun oleh Polda Sumatera Barat dan Kapolres Solok Selatan AKBP Iman Yulisdiyanto SIK MM, justru difasilitasi untuk bisa menghadiri wisuda karena mendapat predikat Adhi Makayasa.
Idris pun menyampaikan terima kasih kepada Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Damisnur AM yang mewakili Kapolda Sumatera Barat dan Kapolres Solok Selatan AKBP Iman Yulisdiyanto SIK MM yang ikut hadir mengawal orang tuanya ke Akpol Semarang. Tak hanya membanggakan dirinya, apa yang telah dilakukan Kapolda dan Kapolres juga membuat orang tuanya terharu dan bangga bisa menyaksikan anaknya diwisuda dan mendapat predikat lulusan terbaik.
Dasrial kepada wartawan menyatakan rasa syukurnya kepada Allah SWT, mengingat anaknya telah diberi kelancaran menempuh pendidikan di Akpol dan lulus terbaik. "Tidak ada kiat apa-apa dalam mendidik anak saya sampai menjadi lulusan terbaik Akpol, selain saya hanya pasrah dan mendoakan setiap waktu. Sejak ibunya meninggal tahun 2010, saya selalu menyerahkan semuanya kepada Allah, termasuk sampai di kemudian hari anak saya bisa lolos masuk pendidikan Akademi Kepolisian. Saya mendukung dia memiliki cita-cita menjadi polisi dengan cara medoakan, dan Alhamdulillah doa saya dikabulkan Allah SWt", ujar Dasrial.
Idris sendiri bercita-cita jadi polisi sejak kecil karena ingin menjadi sosok yang mampu mengayomi dan menjadi pelindung masyarakat. "Saya melihat sosok polisi itu penuh wibawa dan disegani. Karena itu dengan menjadi polisi saya akan mendarma bhaktikan hidup saya untuk membantu dan mengayomi masyarakat", ungkap Muhammad Idris. 

Wisuda dan Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Tingkat iV angkatan Ke-50 dipimpin Gubernur Akpol Irjen Pol Achmad Juri yang dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Cha)