Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 02 Juli 2019 / 07:37 WIB

11 Negara Berebut Jawara Catur Asia

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Asian Juniors and Girls Chess Championship 2019 membuka kesempatan para pecatur usia remaja asal Indonesia untuk berkompetisi di tingkat dunia. Para peserta di ajang kali ini berasal dari 11 negara di Asia. 

"Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah untuk kegiatan Asian Juniors Chess Championship (AJCC) di tahun 2019, menjadi sebuah tanggung jawab sekaligus tantangan besar yang diemban Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI). Inilah saatnya kita menunjukkan ke dunia luar, bahwa catur memiliki tradisi yang cukup mengakar di Indonesia. Bahkan Indonesia pernah dua kali memproduksi Juara Catur Junior Asia," kata Ketua PB PERCASI, Utut Adianto usai membuka kejuaraan di Lorin Hotel, Colomadu, Karanganyar, Senin (1/7)  

Para peserta asal 11 negara dipastikan bersaing sengit dalam kompetisi yang berlangsung 30 Juni-9 Juli 2019 . Perlu diketahui, saat di India, AJCC diikuti 10 negara, lalu terus menurun menjadi 8 negara di Iran, dan 7 negara di Mongolia. Namun di Indonesia kini, jumlah negara pesertanya justru meningkat menjadi 11 negara. Meski tidak menarget perolehan emas, namun Indonesia bakal berbangga jika anak bangsa membawa pulang minimal dua medali emas.


"Kita dua kali memproduksi juara Catur Junior Asia. Pertama, Andi Suhendra Supardi, juara junior Asia pada tahun 1991 bergelar IM. Pecatur kedua, juara Catur Junior Asia, Novendra Priasmoro pada tahun 2018 lalu di Ulaanbaatar, Mongolia. Kota Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Asian Juniors Chess Championship karena PERCASI didirikan di sini pada tahuin 1950," katanya. 

Disebutnya, terdapat juara dunia yang bertanding di AJCC 2019. Seperti Venkataraman Karthik asal India yang baru saja menjuarai Myanmar Open 2019 pada Juni lalu, dan memiliki rating 2.480 per 1 Juli 2019. Kemudian Nguyen Anh Khoi asal Vietnam berating 2.516. 

Dengan tidak turunnya juara bertahan Novendra Priasmoro dalam nomor catur standar, maka harapan bagi pecatur Indonesia untuk ikut bersaing dalam perebutan gelar juara terletak pada generasi penerusnya seperti FM Arif Abdul Hafiz (2272), FM Catur Adi Sagita (2240), FM Daniel Hermawan Tobing (2175), dan lain-lainnya termasuk Aditya Bagus Arfan (2202). Remaja usia 13 tahun ini datang dengan pelatih khususnya GM Andrei Kovalev dari Belarus yang datang berkat sponsor dari UT (United Tractors).

Di bagian putri, persaingan juga sama kerasnya. Dua pecatur Kazakhstan WFM Nazerke Nurgali (2102) dan WFM Assel Serikbay (2071) adalah pecatur yang sudah sering mengikuti berbagai turnamen internasional. Namun demikian, para pecatur putri andalan Indonesia masih pada WFM Ummi Fisabilillah dan WIM Dita Karenza. (Lim)