Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Jumat, 28 Juni 2019 / 08:51 WIB

Amnidi, Buruh Bangunan Asal Batam Sukses Hantarkan Putranya Masuk UGM

AMNIDI (53) seorang buruh bangunan asal Kelurahan Sungai Lekong, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau masih menyimpan rasa tak percaya hingga kini. Betapa tidak, sang putra sulung, Rakhmat Eko Saputro (18) berhasil diterima untuk berkuliah di prodi Teknik Nuklir Fakultas Teknik UGM tahun 2019 ini. 

Kisah hidup Amnidi bersama istri, Ermida terbilang cukup berat untuk diceritakan. Keluarga dengan dua anak tersebut sebelumnya tinggal di rumah liar daerah Muka Kuning Kampung Ace, Batam yang ternyata juga harus hilang saat diterpa banjir tahun 2006 lalu. 

“Kami sempat lama mengungsi, karena rumah kayu kami hilang diterpa banjir. Sedikit demi sedikit saya bangun rumah 10 x 10 meter di kavling lama ini ya hanya bisa seperti ini, terpenting tidak kepanasan dan kehujanan,” ungkap Amnidi saat berbincang dengan perwakilan humas UGM di kediamannya. 

Tak berhenti di situ, penghasilan Rp 3 juta sebulan sebagai buruh yang tak selalu didapatkannya dengan teratur turut mempengaruhi kehidupan keluarga. Pernah suatu saat ia tak bekerja dua bulan karena tak ada proyek dan di saat bersamaan harus menbayar uang untuk memasukkan anaknya di bangku SMP. 

“Beruntungnya, saat itu Eko berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi Kepulauan Riau dalam Olimpiade Astronomi tahun 2018 dan menjadi wakil untuk berlaga di tingkat nasional. Menang lomba itu Eko dapat uang saku dan digunakannya untuk membantu membiayai keperluan adiknya masuk SMP,” sambungnya menahan haru. 

Amnidi menceritakan putra sulungnya, Eko merupakan anak yang berprestasi di sekolah yang mana sejak SD selalu rangking 1 dan selalu masuk 3 besar di kelas saat SMP-SMA. Berbagai kejuaraan pun tercatat diikuti Eko selama bersekolah seperti juara 3 porseni puisi tingkat Kota Batam 2015,  juara 1 debat agama Islam tingkat provinsi Kepulauan Riau 2018, juara 3 nasional dalam kompetisi riset di ITB 2018 dan juara 1 olimpiade astronomi tingkat Kepulauan Riau 2018. 

Ibu Eko, Erminda saat ini berada di Singapura selama dua minggu untuk bekerja di sebuah restoran. Hasil yang didapatkan nantinya digunakan untuk membantu kehidupan keluarga yang harus terus berjalan. 

Sementara, Eko yang sudah berada di Yogyakarta sebelum puasa demi mengejar cita mengaku sangat termotivasi dengan kondisi yang dialami keluarganya. Ia berhasil masuk UGM melalui jalur SNMPTN dan mendapat beasiswa Bidikmisi sehingga dibiayai negara hingga selesai kuliah. 

“Saya ingin kuliah sejak dan orangtua mendukung meski kendalanya biaya karena pasti sangat besar. Beruntung usaha saya tidak sia-sia dan jujur saya tidak pernah minder meski bapak buruh bangunan. Justru sangat bangga bapak yang buruh bangunan bisa menyekolahkan saya sampai ke UGM, ini luar biasa. Sekarang giliran saya kuliah dengan tekun dan nantinya membanggakan orangtua,” ungkapnya penuh harapan. (Fxh)