Ragam Editor : Agus Sigit Kamis, 27 Juni 2019 / 15:33 WIB

Pulang Arisan Gendong Tuyul, Ibu Ini 'Diprimpeni' Harus Kembalikan Uang

SETIAP malem Senin, jamaah pengajian ibu-ibu di wilayah Bantul usai salat Isya’ mengikuti ceramah dari ustadz dan dilanjutkan dengan arisan. Tidak seberapa besar nominalnya, namun dapat menjadi perekat dan pemacu untuk berangkat ke pengajian.

Ny. Mami (semua nama samaran) adalah yang dipercaya menjadi pencatat arisan, karena selain teliti dan ‘greteh’ atau tidak segan mengingatkan ibu-ibu kalau sudah waktunya arisan. Ia dibantu Ny. Suti dan Ny. Iyah, agar jangan sampai ada salah hitung termasuk jika harus melakukan pengembalian.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, tapi pada malem Senin Kliwon minggu lalu, ternyata uang arisan kurang Rp 100 ribu. Walau telah dicari di balik mukena maupun sajadah di antara para ibu-ibu peserta arisan, uang tetap tidak ketemu. Padahal semua sudah membayar dan dicatat denga tertib.

Akhirnya diambilkan uang kas untuk menggantinya. Uang kas tersebut dikumpulkan berasal dari infaq mereka yang mendapat arisan. Sehingga kehilangan uang dapat diatasi dan arisanpun selesai. Ibu-ibu jamaah pengajian itu pun pulang ke rumah masing-masing.

Ketika malam itu ibu-ibu yang lain sudah nyenyak tidur, tidak demikian halnya bagi Ny. Iyah. Ia bermimpi didatangi seseorang sampai tiga kali yang menyuruhnya untuk mengembalikan uang. Ia jadi bingung, uang siapa dan yang harus dikembalikan. Apalagi ia juga benar-benar tidak mengambil uang arisan sore harinya.

Sepulang dari Salat berjamaah Subuh di masjid, Ny. Iyah bermaksud memasak air di dapur. Merasa aneh dan agak terkejut, teryata di dekat bak air ia mendapati dua lipatan uang lima puluh ribuan. Hatinya jadi semakin berdebar, disertai rasa takut. Uang milik siapa ini? Maka bergegas Ny. Iyah ke rumah Ny. Mami untuk mengembalikan uang itu, sebagai pengganti uang arisan yang kurang seratus ribu rupiah.

Semula Ny. Mami menolak, karena uang yang hilang sudah diganti dengan uang kas. Namun Ny. Iyah memaksa karena uang yang ditemukan merasa bukan miliknya. Merasa serba tidak enak semuanya, beberapa ibu pengurus pengajian kemudian mendatangi rumah Ny. Iyah di hari lain untuk melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan fitnah.

Ny. Iyah kemudian mengaku, sepulang dari arisan dirinya merasa ada beban berat di punggunggnya. Seperti sedang menggendhong sesuatu benda. Kemudian ketika sedang tidur mimpi disuruh mengembalikan uang, dan usai salat Subuh menemukan uang di dapur. Ketika hal tersebut kami tanyakan ke orang ‘pintar’ ternyata di antara peserta arisan ada yang membawa ‘thuyul’ kemudian ditinggal dan pulangnya minta gendhong Ny. Iyah. Tapi karena Ny. Iyah benar-benar bersih dan jujur, seperti ada seseorang yang mengingatkan melalui mimpinya untuk mengembalikan uang tersebut. (Bambang Nugroho)