DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 25 Juni 2019 / 20:10 WIB

Cabup PDIP, Idham Pastikan Sesuai Aspirasi Akar Rumput‎

BANTUL, KRJOGJA.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Drs HM  Idham Samawi mengatakan, calon kepala daerah atau wakil kepala daerah yang bakal diusung PDI Perjuangan Bantul merupakan kader atau figur yang diusulkan mulai dari bawah. Prosesnya  usulannya mulai dari anak ranting, Ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Dalam Pilkada nanti semua disusun DPC PDI Perjuangan Bantul. Pihaknya  tidak akan campur tangan demi kepentingan pribadi atau keluarga. Semuanya diserahkan kepada pengurus partai PDI Perjuangan Bantul. 

"Bisa saja kader PDI Perjuangan  atau bukan kader, tetapi  nama yang muncul harus dari bawah, akar rumput bukan dari atas," ujar Idham Samawi disela acara Syawalan dan syukuran keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Bantul bertema "Merajut Silaturahmi Memperkokoh Kebersamaan Dan Persatuan" di aula Bank Pasar Bantul, di Bank Bantul, Senin (24/6/2019) malam.

Idham mengatakan, jika nama-nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dikirim ke DPP PDI Perjuangan. Surat rekomendasi yang keluar untuk calon kepala daerah atau wakil kepala daerah sesuai kesepakatan partai. Sehingga tidak ada lagi sikap berseberangan dengan partai dan harus golong gilik dalam memenangkan calon yang diusung partai. "Nama calon kepala daerah atau wakil kepala daerah sesuai rekomendasi DPP DPI Perjuangan bukan orangnya A atau orangnya B, tetapi milik PDI Perjuangan," ujarnya. 

Idham menegaskan tidak akan campur tangan demi kepentingan pribadi atau keluarganya. Meski saat ini duduk di kepengurusan DPP PDI Perjuangan. Politisi PDI Perjuangan tersebut  bakal berjuang memenangkan calon atau wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan Kabupaten Bantul. “Oleh karena itu, saya siap turun langsung ke masyarakat di 75 desa dan 17 kecamatan di Kabupaten Bantul,” tegas Idham.

Sementara Pembina Relawan Jas Merah, Basuki Rahmat  yang dalam Pilkada 2015  berseberangan dengan dengan partai moncong putih menyatakan kembali ‘Kandang Banteng’. Langkah tersebut diambil demi mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan. "Relawan Jas Merah itu beranggotan para kader, simpatisan, hingga pengurus partai.  Saat ini kita akan kembali bersatu dengan semua kader, simpatisan dan pengurus partai untuk memenangkan Pilkada 2020," ujar Basuki.

Basuki mengungkapkan, jika laskar, relawan, pengurus partai serta simpatisan bersatu, bukan sesuatu yang sulit bagi PDI Perjuangan kembali berjaya di Bantul. "Mulai malam ini, Relawan Jas Merah resmi mencabut dukungan terhadap Bupati Bantul Suharsono yang pada Pilkada 2015 didukung Relawan Jas Merah. Kita semua akan kembali 'kandang' Banteng moncong dan mulai membuka lembaran baru," kata Basuki.

Ketua Panitia Syawalan dan Syukuran Keluarga Besar PDI Perjuangan Bantul, Dwi Kristiantoro mengatakan, bersatunya laskar, panglima dan Relawan Jas Merah ingin bersama-sama mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di Bantul. "Saya mencoba memberanikan diri memfasilitasi agar semangat bersatu kembali terwujud," ujarnya.  Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bantul yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Bantul periode 2018-2024 ini mengatakan, undangan untuk bersatunya kembali panglima, laskar dan relawan sudah disebar dan semua yang diundang dari laskar, panglima, relawan, pengurus kecamatan (PAC) hingga pengurus DPC PDI Perjuangan Bantul hadir semua.(Roy)