Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 25 Juni 2019 / 18:30 WIB

ALAT DETEKSI BANJIR

Autowals Karya Mahasiswa Unwidha Klaten

MAHASISWA Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Program Studi Teknik Elektro membuat alat detektor banjir yang beri nama “AUTOWALS” atau Automasi Water Liquid Sensor (desain alat detektor banjir).

Dosen pendamping program studi teknik Elektro, I Wayan Angga Wijaya Kusuma Selasa (25/6) megemukakan, AUTOWALS merupakan alat deteksi banjir sekaligus digunakan untuk memonitoring ketinggian air sungai yang ada di sungai Dengkeng. Alat ini bekerja secara otomatis tanpa ada bantuan dari petugas untuk mengawasi ketinggian air. 

Dilengkapi notifikasi SMS, penggunaan SMS ini merupakan teknologi sederhana karena dengan SMS semua perangat handphone (HP) dapat menerima notifikasi tersebut. Diharapkan apabila terjadi luapan dan banjir di wilayah sungai Dengkeng, alat ini akan mengirimkan broadcast SMS kepada masyarakat sekitar dan dinas terkait agar lebih mewaspadai dan bertindak lebih cepat untuk mengungsi.

Disamping itu terdapat alarm peringatan berupa suara dan lampu apabila terjadi kenaikan air yang tidak wajar. Tidak lupa juga penambahan kamera secara realtime untuk mendapatkan hasil maksimal dari monitoring tersebut. Dengan mencanangkan gerakkan hemat energi, Autowals tidak menggunakan listrik dari PLN melainkan menggunakan Panel Surya selain ramah lingkungan pastinya juga lebih hemat biaya perawatan.

Pengujian dan kalibrasi Autowals dilakukan pada air dengan kondisi kejernihan yang berbeda berdasarkan kepekatan air. Dibantu dengan penggaris digunakan untuk membandingkan ketinggian air. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata error pengukuran pada setiap kondisi : Kondisi Bahaya dengan ketinggian permukaan air 0,5m  (air jernih 3,4667%, air keruh 3,4665%), Kondisi Awas dengan ketinggian permukaan air 1,5m   (air jernih 1,4444%, air keruh 0,7777%), dan Kondisi Siaga dengan ketinggian permukaan air 2,5m   (air jernih 0,8800%, air 0,6933%).

Pembuatan alat tersebut dilatarbelakangi keprihatinan, seringnya terjadi banjir di Kali Dengkeng setiap musim penghujan. Kali Dengkeng adalah sungai yang ada di wilayah Klaten, mengalir dari gunung  Merapi sampai ke sungai Bengawan Solo. Panjang dari sungai ini lebih dari 20 km, melintasi Kecamatan Bayat,  Cawas, Karangdowo hingga ke daerah Sukoharjo. (Sit)