DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 25 Juni 2019 / 08:49 WIB

Kekeringan Landa Sepuluh Kecamatan di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 10 kecamatan di Gunungkidul sudah dilanda kekeringan yaitu Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu dan Paliyan. Sebagian kecamatan tersebut sudah mempunyai armada tangki dan anggaran untuk mengatasi kesulitan air, tetapi karena luasnya wilayah yang kekeringan, masih diperlukan bantuan dropping dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

“Mulai 1 Juni lalu BPBD sudah mengirimkan bantuan air setiap hari empat rit,” kata Kepala BPBD Gunungkidul Edi Basuki SH Msi.

Musim kemarau tahun 2019 berlangsung lebih cepat dari biasanya. Tahuntahun sebelummya, di bulan Mei dan Juni masih ada hujan susulan. Sehingga baru beberapa kecamatan dan desa yang kesulitan air. Tetapi tahun ini, mulai 1 Juni sudah 10 kecamatan yang minta dropping air.

Sementara jumlah anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp 530 juta. Dengan demikian diperkirakan dana tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air sampai musim penghujan. Sebab, dalam kondisi normal hujan kemungkinan baru akan turun di bulan Oktober.

Artinya, dropping air masih akan berlangsung 4- 5 bulan lagi. “Oleh sebab itu BPBD sudah mengusulkan kepada tim anggaran tambahan anggaran 3.000 rit air lagi,” tambahnya.

Sehubungan dengan musim kemarau panjang ini sudah ada beberapa pihak yang memberikan bantuan air. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat dikoordinasikan dengan BPBD Gunungkidul. Hal ini dipandang perlu agar dapat dilakukan pengaturan distribusinya secara tepat sasaran.

Artinya, bantuan tersebut diharapkan dapat dikirim ke wilayah yang kesulitannya lebih luas, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadi bantuan yang menumpuk pada suatu tempat, sementara di tempat lain masih kekurangan. Koordinasi ini dimaksudkan agar bantuan sesuai dengan wilayah yang membutuhkan. (Ewi)