DIY Editor : Agus Sigit Senin, 24 Juni 2019 / 20:34 WIB

DIPILAH DAN DITATA 3 TAHUN

Arsip STPP periode 1989 - 2014 Dimusnahkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), melakukan pemusnahan arsip, periode 1989 hingga 2014. Sebelum bertransformasi menjadi Polbangtan Yoma, semua institusi bernama Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.

Polbangtan YoMa adalah sebuah lembaga Pendidikan Kedinasan yang dimiliki  oleh Kementerian Pertanian, yang dalam perjalanannya telah memiliki ribuan arsip arsip inaktif  dan statis , yang terdiri dari arsip pendidikan , keuangan,rumah tangga dan perlengkapan.

Demi tertata dan terpeliharanya arsip arsip tersebut, Polbangtan memiliki dua fungsional Arsiparis yang telah melakukan pemilahan  dan penataan arsip arsip tersebut.

Dengan pemilahan dan penataan yang memakan waktu hampir 3 tahun, fungsional Arsiparis Polbangtan YoMa telah dapat memisahkan arsip inaktif yang sudah habis masa retensinya, berdasarkan jadwal retensi Kementrian Pertanian 2018 sebanyak 2800 berkas.

Daftar arsip inaktif dikirimkan ke Bagian Kearsipan Kementerian Pertanian, yang selanjutnya diserahkan ke Arsip Nasional  untuk mendapat penilaian. Dari 2800 berkas tersebut yang disetujui baru 1500 berkas, sisanya masih dalam penilaian .

Pemusnahan  1500 berkas dilaksanakan Senin, (24/6) dihadiri oleh Direktur Polbangtan YoMa, Wakil Direktur I, Kepala Bagian Umum, Kasubag SDM dan Tata Usaha  beserta jajaran yang terkait. Dengan diawali penandatangan MOU dengan pihak ketiga dalam hal ini UD. Mandiri, yang berlokasi di Celeban , pemusnahan arsip dilaksanakan dengan cara dicacah .

Dr Rajiman, Direktur Polbangtan YOMA menyampaikan, untuk menuju penataan dokumen – dokumen maka retensi arsip dan pemilahan arsip harus disiapkan sebaik dan serapi mungkin. Karena sejarah setiap perjalanan kehidupan dilalui dengan proses adanya dokumen.

"Dengan telah terlaksananya pemusnahan arsip inaktif , kami harapkan kedepan penataan arsip di  lembaga pendidikan ini  akan lebih baik," kata Rajiman. (*)