Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 24 Juni 2019 / 23:15 WIB

Belanda-RI Adakan ‘Interfaith Dialogue’

DEN HAAG, KRJOGJA.com - Konsorsium Belanda-Indonesia untuk hubungan Muslim-Kristen bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda menyelenggarakan kegiatan dialog antaragama (interfaith dialogue) di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH), Wassenar. 

Dalam siaran pers KBRI di Den Haag yang diterima Senin (24/6) pagi disebutkan  dialog  bertajuk ‘Promoting 'Costly' tolerance: Challenges for states and religious communities’ dihadiri antara lain pemuka agama Islam dan Kristen Protestan serta para panelis dari berbagai instansi di Belanda dan Indonesia. 

Dialog lebih banyak membahas mengenai cara negara-negara bekerja sama dengan komunitas-komunitas keagamaan untuk dapat mempromosikan toleransi. Pembicara Indonesia adalah Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof Dr  Syafiq Mughni  dan Khatib Am PBNU/Anggota Wantimpres  KH Yahya Cholil Staquf. Sedangkan perwakilan dari Belanda salah satunya Drs Klaus de Rijk, dari Departemen Luar Negeri Kerajaan Belanda. Dialog antaragama dalam rangkaian Konferensi Internasional Kedua mengenai Islam moderat yang bertajuk ‘Seeking The Middle Path (Al Wasatiyya): Articulations of Moderate Islam’ yang  diselenggarakan di Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda. 

Prof Dr  Syafiq Mughni  dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa cara memecahkan masalah yang terjadi saat ini di antara kalangan muslim dan Kristen adalah membangun kerja sama untuk menyatukan masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan damai. Selain itu, menurut Syafiq yang juga Ketua PP Muhammadiyah, pemerintah memiliki peran yang sangat penting untuk merangkul berbagai komunitas agama agar tercapai kedamaian antar umat beragama.(Fsy)