DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 24 Juni 2019 / 11:40 WIB

Taksi ‘Online’ Dilarang Angkut Penumpang di YIA

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Kendati manajemen pengelola Bandara Internasional Yogyakarta (BIY/ YIA) untuk sementara waktu membatasi aktivitas taksi online di kawasan bandara baru tersebut tapi mereka masih diperbolehkan beroperasi di sekitar bandara dan hanya sebatas mengantarkan penumpang dan untuk penjemputan tidak diizinkan.

“Kalau hanya mengantarkan penumpang, boleh. Tapi tidak diizinkan mengangkut penumpang taksi bandara,” tegas Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager (GM) BIY/ YIA, Agus Pandu Purnama.

Diungkapkan, pihaknya melakukan pembatasan terkait sejumlah hal yakni PT Angkasa Pura (AP) I telah menjalin kerja sama secara resmi dengan sejumlah perusahaan transportasi darat, meliputi taksi resmi berargo, ShuttleKu dan bus Damri. Saat ini sudah ada 20 unit taksi berargo telah terintegrasi dengan sistem BIY.

“Taksi berargo sudah ada kerja sama secara resmi dan dikenakan konsesi dengan manajemen bandara, ada juga kerja sama dengan Damri sebanyak 12 unit, ShuttleKu 15 unit. Transportasi darat tersebut kami nilai sudah cukup,” kata Pandu.

Mengingat pelarangan bersifat sementara maka pihaknya menegaskan bahwa taksi online masih punya peluang untuk bebas antar jemput penumpang di BIY. Pada saatnya nanti pengelola BIY akan mengakomodir taksi online, seiring meningkatnya jumlah penerbangan serta penumpang di BIY.

“Nanti kalau sudah ada kenaikan penerbangan dan penumpang maka kami akan mengakomodir juga taksi online, sepanjang mereka mengajukan permohonan kerja sama. Tapi sampai saat ini tidak ada permohonan dari mereka, InsyaAllah saya tunggu jika berminat kerja sama akan kami akomodir,” tegasnya.

Kebijakan pelarangan taksi online mengangkut penumpang di BIY diambil dilatarbelakangi insiden pihak keamanan BIY pernah bersitegang dengan sejumlah pengemudi taksi online yang tergabung dalam Komunitas Transportasi Online Kulonprogo (TOKP), di halaman parkir BIY beberapa waktu lalu. Para sopir taksi online tersebut dilarang menjemput penumpang di area BIY. (Rul)