DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 24 Juni 2019 / 11:23 WIB

Tempat Pelelangan Ikan Baron Terkena Abrasi

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Abrasi terdampak gelombang tinggi di pantai Baron, Tanjungsari Gunungkidul, setelah beberapa kali dihantam ombak besar semakin meluas. Untuk mengendalikan tingkat kerusakan lingkungan pantai perlu peran seluruh pihak untuk tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Paling parah terjadi di Pantai Baron, bahkan talut sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) jebol tergerus gelombang. “Untuk Pantai Baron area yang terkikis dan terkena abrasi mencapai puluhan meter di sepanjang bibir pantai sekitar TPI,” kata Koordinator Tim SAR Linmas Korwil II, Marjono.

Meluasnya tingkat abrasi di Pantai Baron, diakui Marjono, bukan terjadi bersifat sporadis akibat dihantam gelombang tinggi pekan lalu, tetapi terjadi secara masif. Dalam satu tahun gelombang tinggi bersifat tahunan sebagai konsekuensi adanya fenomena alam tidak hanya terjadi satu kali.

Tetapi sering terjadi lebih dari dua kali dan dampak secara langsung khususnya untuk kawasan Pantai Baron tahun ini tidak terlalu parah. Hanya saja lantaran terjadi berkali-kali akibatnya talut yang berada di sekitar tempat pelelangan ikan ini tergerus. Hingga puluhan meter talut tersebut akhirnya jebol dan perlu penanganan khusus. Tergerusnya kawasan pantai termasuk fasilitas talut terjadi akibat beberapa kali diterjang gelombang tinggi,” imbuhnya.

Untuk mencegah terjadinya abrasi kawasan pantai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melakukan berbagai antisipasi termasuk menggalakkan program reboisasi di kawasan pantai, meliputi penanaman pohon Cemara Udang dan Pandan Laut yang beberapa waktu lalu sudah ditanam di sepanjang kawasan pantai yang nantinya diharapkan bisa berfungsi sebagai penghalang dan pemecah ombak alami.

Hanya saja karena panjang pantai Gunungkidul sejauh 72 km dari Kecamatan Purwosari hingga Kecamatan Girisubo dengan total pantai sebanyak 103 titik belum seluruhnya kawasan pantai terjangkau program tersebut, “Pantai Gunungkidul sangat luas dan pembangunan apapun tentu harus dilakukan bertahap,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi mengatakan, penanganan abrasi memang diperlukan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain melibatkan Dinas Pariwisata, juga Dinas Perikanan dan Kelautan. Selain itu peran warga dan seluruh pihak yang melakukan aktivitas di perairan laut juga harus mendukung dengan tidak membangun fasilitas apapun di kawasan sempadan agar tidak memperparah jika terjadi gelombang tinggi yang berdampak terjadinya abrasi. (Bmp)