Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 23 Juni 2019 / 17:30 WIB

KAWASAN GEOPARK KARANGSAMBUNG KARANGBOLONG

Penambang Pasir Bakal Dibimbing Sebagai Pemandu Wisata

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Di tengah keprihatinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terhadap masih adanya penambangan pasir ilegal di Sungai Luk Ulo di dalam kawasan Geopark Karangsambung Karangbolong, muncul gagasan untuk merekrut para penambang sebagai pemandu wisata.

"Menjual kawasan geopark sebagai obyek wisata merupakan program Pemkab Kebumen. Untuk menunjangnya kami akan mencoba memberdayakan para penambang pasir, diantaranya sebagai pemandu wisata bagi wisatawan di kawasan geopark," ujar Kabid Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata  (Disporawisata) Kebumen, Unggul Winarti MSi, di ruang kerjanya, Sabtu (22/06/2019).

Program pemberdayaan tersebut diharapkan bisa efektif menangkal perusakan lingkungan Sungai Luk Ulo di kawasan geopark, mengingat di sepanjang aliran Sungai Luk Ulo di Kecamatan Karangsambung, Pejagoan, Sadang dan Karanggayam ditemukan banyak situs geologi berumur jutaan tahun.

Terpisah, Ketua Forum Peduli Lingkungan (FPL) Kebumen, Ir Sunaryo, mengungkapkan bahwa penambangan pasir dengan mesin sedot di Sungai Luk Ulo di dalam kawasan Geopark Karangsambung Karangbolong hingga kini masing sering dilakukan. 

"Biasanya dilakukan secara kucing-kucingan untuk menghindari razia kepolisian dan Satpol PP Kebumen," ujar Sunaryo.

Meskipun spot atau lokasi penambangan serta jumlah penambang tak sebanyak beberapa tahun lalu, namun sudah barang tentu perbuatan mereka itu tak bisa ditoleransi, karena berdampak merugikan lingkungan sekitarnya. Apalagi lokasi penambangan yang berpindah-pindah, tentu bisa merusak situs-situs geologi di sungai itu.

Selain lebih menggencarkan razia dan sosialisasi kepada penambang, Pemkab Kebumen menurut Sunaryo hendaknya lebih menajamkan tindakan nyata dalam menggaungkan visi, misi dan keberadaan Geopark Karangsambung Karangbolong kepada masyarakat. Diantaranya, pemasangan papan-papan nama serta berbagai alat promosi agar masyarakat tahu dan punya rasa memiliki terhadap kawasan ini.(Dwi)