Olahraga Editor : Agus Sigit Sabtu, 22 Juni 2019 / 18:32 WIB

Manajer PSS Tim U-16 Dikeroyok Oknum Suporter Sendiri, Ada Apa?

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pertandingan PSS melawan Bhayangkara FC Jumat (21/6/2019) kemarin ternyata membawa cerita kurang menyenangkan. Bukan perkara di atas lapangan, namun adanya aksi kekerasan yang menimpa seorang manajer PSS U-16, Yohanes Sugianto usai pertandingan.

Insiden pemukulan yang dilakukan beberapa oknum suporter terjadi di dalam Stadion Maguwoharjo usai pertandingan PSS Sleman melawan Bhayangkara FC yang berakhir imbang 1-1. Saat itu, Yohanes tengah berbicara dengan pengurus PSS lainnya di pinggir lapangan di dekat selasar utama stadion.

Yo menceritakan, ketika itu tiba-tiba empat atau lima orang yang tidak menggunakan ID masuk ke dalam kawasan steril. Salah seorang di antara mereka kemudian memukul Yo di bagian pinggang yang membuatnya terjatuh.

Tak berhenti di situ, saat bangkit dan mengajak  berbicara dengan tenang, tiba-tiba dari sisi kanan ada oknum suporter yang kembali memukulnya di bagian telinga. Insiden tersebut berlangsung cepat dan kemudian dilerai beberapa orang di sekitar lokasi kejadian.

Usai mengalami penganiayaan, Yo kemudian melaporkan insiden itu ke Polda DIY. “Saya sudah lapor ke Polda DIY terkait insiden tersebut,” tandas Yo pada wartawan Sabtu (22/6/2019).

Yo sendiri diharuskan menjalani pemeriksaan dan didiagnosa mengalami retak di tulang rusuk dan luka di telinga. Ia pun tak bisa mendampingi tim U-16 dan U-18 yang akan melawan Persija Jakarta 22-23 Juni 2019.

Terkait dengan 'uang BCS' yang dipermasalahkan oknum suporter tersebut Yo menjelaskan jika ia diminta bantuan oleh manajemen untuk menanyakan hasil penjualan tiket pertandingan saat PSS menjamu Arema FC di laga pembukaan Liga 1. Pasalnya menurut dia manajemen belum menerima laporan hasil dari penjualan tiket yang ditangani BCS.

"Hal yang wajar bila manajemen menanyakan karena belum ada laporan pertanggungjawaban. Berhubung saya dekat dengan beberapa teman di BCS, salah satunya asisten manajer tim U-16, saya pun meminta tolong melalui dia untuk menanyakannya. Mereka yang mengelola pun bisa menjelaskannya kenapa belum masuk laporannya,” ujar Yo.

Menanggapi kejadian yang menimpa Yohanes, CEO PT Putra Sleman Sembada, Viola Kurniawati menyampaikan penyesalan dan kekecewaan karena adanya kekerasan terjadi. Viola memilih menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

"Insiden sungguh disesalkan. Mengapa ada orang-orang yang melakukan pengeroyokan terhadap manajer. Kami mendukung bila kasus ini diserahkan kepada pihak yang berwajib. Ini harus diproses secara hukum. Saya juga harus melindungi rekan-rekan yang bekerja di klub ini,” tegasnya. (Fxh)