Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 21 Juni 2019 / 15:08 WIB

Grab Beri Kontribusi Ekonomi RI Rp48,9 Triliun

YOGYA, KRJOGJA.com - Peran Grab sebagai everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, tak lepas dari komitmen untuk terus mendorong perekonomian negara dan senantiasa selalu mensejahterakan mitra pengemudi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar Rp 48,9 triliun  bagi perekonomian Indonesia. Tak cuma transportasi, bisnis layanan pesan-antar makanan GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia, beroperasi di 178 kota di Indonesia dengan volume pengiriman tumbuh hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.

Kehadiran inovasi teknologi dari Grab juga membantu meningkatkan produktivitas mitra pengemudi dan merchant. Rata-rata pendapatan mitra pengemudi layanan transportasi roda dua (GrabBike) kini meningkat hingga 113 persen, di mana pendapatan mereka berkisar di 4 juta rupiah setiap bulannya. Sementara, rata-rata pendapatan mitra pengemudi layanan transportasi roda empat (GrabCar) meningkat hingga 114 persen, dengan kisaran pendapatan 7 juta rupiah di setiap bulannya. 

Untuk layanan pesan antar makanan (GrabFood), rata-rata penjualan merchant di kota-kota besar Grab beroperasi tumbuh hingga 25 persen, di mana 60 persen merchant GrabFood puas dengan hasil penjualan dengan rata-rata total penjualan 11 juta rupiah per bulan tanpa investasi ekstra.

“Kami ingin menyampaikan kepada mitra pengemudi bahwa kami peduli dengan mereka. Kami menawarkan program benefit dan kesejahteraan yang paling komprehensif di Indonesia, yang juga mencakup asuransi kecelakaan selama perjalanan dengan Grab, berbagai kerja sama dengan institusi keuangan untuk menawarkan pinjaman pembelian rumah, pinjaman kendaraan, dan pinjaman modal kerja," ungkap President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata sebagaimana keterangan persnya.

Dia menjelaskan dengan program ini, mitra akan mendapat kesempatan untuk dapat memiliki aset pribadi seperti rumah, sekaligus membangun ekuitas atau kendaraan pribadi. 

"Kami telah menjadi pelopor standar kesejahteraan yang menjadi panutan, tetapi kami percaya kami dapat meningkatkan standar ini lebih lagi untuk bersama-sama tumbuh dengan mereka. Kami akan terus berinovasi dan berusaha untuk memberikan berbagi hal yang lebih baik, karena kami tahu hal ini dapat terus mengembangkan kehidupan mitra pengemudi. Ekosistem Grab juga terus bertumbuh dengan semakin banyak mitra dan layanan, dan kami pun akan terus memberikan keuntungan yang lebih banyak lagi untuk mitra pengemudi kami,” ujar Ridzki.

Dia menambahkan inovasi teknologi Grab yang sangat inklusif, juga membantu mitra pengemudi yang berusia lebih tua bisa lebih mudah menggunakan semua layanan, di mana 29 persen mitra pengemudi GrabBike berusia 41 ke atas dan 36 persen mitra pengemudi GrabCar berusia 41 ke atas mudah mengoperasikan Grab sebagai everyday superapp.

Sebagaimana diketahui kesejahteraan mitra pengemudi yang juga menjadi prioritas utama Grab, beriringan dengan program Grab Mitra Sejahtera untuk meningkatkan kualitas hidup mitra pengemudi GrabBike dan keluarganya dengan mengutamakan sejumlah inisiatif seperti berikut:

Asuransi dan Kesehatan: Asuransi kecelakaan gratis dan potongan biaya periksa kesehatan
Rohani: Program #ImpianUmrahItuDekat dengan program umrah gratis untuk mitra pengemudi terbaik
Sosial: GrabBike Lounge sebagai tempat istirahat dan bersosialisasi yang nyaman dan juga GrabKarnaval dan Momen Apresiasi Mitra Pengemudi sebagai ajang rekreasi bersama keluarga
Pelatihan: Pelatihan berkendara aman, bekerjasama dengan lembaga-lembaga terpercaya
Operasional: Diskon pulsa, makanan, bahan bakar, servis suku cadang kendaraan dan cuci helm, beserta penyediaan jas hujan, masker, dan penutup kepala
Keamanan dan Teknologi: Grab Defence, penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra pengemudi yang jujur. Tombol darurat dan penyamaran nomor telepon bagi mitra pengemudi dan penumpang

Kini, Grab memiliki jangkauan terluas di 336 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 222 kota dari Sabang hingga Merauke, di mana Grab menjadi pemimpin dalam layanan transportasi on-demand yang menguasai 60 persen pangsa pasar roda dua dan menguasai 70 persen pangsa pasar roda empat. (*)