DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 21 Juni 2019 / 02:12 WIB

Damri Layani Penumpang ke Bandara YIA

YOGYA, KRJOGJA.com - Sesuai komitmen Kementerian Perhubungan, armada bus Damri untuk melayani penumpang dari bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Yogya via Terminal Giwangan mulai dioperasikan. Armada tersebut juga melayani penumpang dari Yogya yang hendak menuju bandara di Kulonprogo.

Sejak Senin (17/06/2019) lalu, armada bus Damri juga sudah masuk ke Terminal Giwangan. Hanya, tahap awal masih dalam proses perkenalan sehingga belum standby di Terminal Giwangan. "Di Giwangan masuk jalur perkotaan. Armadanya baru satu unit. Jamnya masih menyesuaikan jadwal pesawat turun," urai Staf Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Aji Fajar.

Armada bus dengan kelas eksekutif tersebut memiliki kapasitas 28 tempat duduk. Tarif yang dikenakan dari bandara di Kulonprogo menuju Terminal Giwangan maupun sebaliknya ialah Rp 50.000 tiap penumpang.

Jadwal keberangkatan dari bandara menuju Yogya pun menyesuaikan landing pesawat, yakni pukul 09.50, 12.30, 13.30, 14.10, 18.00, dan 18.50 WIB. Sedangkan dari Yogya menuju bandara pukul 06.00, 07.00, 10.00, 11.00, 14.00, dan 15.00 WIB.

Lantaran masih dalam tahap perkenalan, menurut Aji, belum ada pergerakan penumpang yang memanfaatkannya. Selain itu, kelak jumlah armada tentunya akan ada penambahan. "Jadwal pastinya kami juga menunggu konfirmasi dari pihak Damri, tapi nanti kami cek terus ketepatannya," imbuhnya.

Meski demikian, waktu yang dibutuhkan dari bandara di Kulonprogo hingga tiba di Terminal Giwangan menggunakan bus tersebut mencapai sekitar satu jam. Sebaliknya, untuk menuju bandara dari Terminal Giwangan diprediksi juga membutuhkan waktu yang sama.

Hanya, rute yang dilalui dan kepastian jamnya kelak akan ditetapkan secara resmi kemudian disosialisasikan secara luas ke masyarakat. Selama ini, angkutan umum dari Yogya menuju bandara di Kulonprogo yang sudah memiliki jadwal resmi baru moda transportasi kereta api.

Dalam lawatannya ke Yogya pekan lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, berkomitmen akan mengkolaborasikan berbagai moda transportasi massal agar saling terkoneksi. Hal itu dapat terwujud secara paten setelah Terminal Giwangan berhasil direvitalisasi. (Dhi)