Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 20 Juni 2019 / 22:39 WIB

Kota Surakarta Tak Berpotensi Likuifaksi

SOLO, KRJOGJA.com - Prof Yusep Muslih Purwana ST MT PhD menyatakan wilayah Kota Surakarta tidak terindikasi berpotensi likuifaksi. Namun temuan dari hasil analisis menggunakan data standar penetration test (SPT) masih perlu dipelajari lebih dalam lagi.

Guru besar bidang Ilmu Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini menjelaskan likuifaksi adalah suatu fenomena yang terjadi saat gempa dimana lapisan tanah kehilangan kekuatannya sehingga berperilaku seperti air atau liquid. Bangunan yang berada di atasnya mengalami likuifaksi dan akan tenggelam di dalam tanah.

Prof Yusep Muslih menyampaikan itu kepada wartawan, Kamis (20/06/2019). Ia adalah satu dari tiga guru besar baru dari Fakultas Teknik yang akan dikukuhkan rektor Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum di auditorium GPH Haryo Mataram, Selasa (25/06/2019). Dua lainnya Prof Dr Cucuk Nur Rosyidi ST MT( Bidang Teknik Industri) dan Prof Dr Triyono ST MT (Bidang Ilmu Teknik Mesin).

Di Surakarta ia telah mencatat 60 titik yang muka air tanahnya dangkal atau berpotensi likuifaksi. Sementara juga ditemukan sekitar 600 titik yang permukaan tanahnya keras. Dari studi dan investigasi yang dilakukan sejak 1976, maka Teknik Sipil UNS kini memiliki peta katakteristik lapisan tanah di Surakarta.

Peta karakteristik lapisan tanah itu sangat penting karena akan menjadi penentu kuatnya pondasi bangunan. Stabilitas suatu bangunan akan sangat bergantung pada kekuatan pondasi  Sedang kekuatan pondasi sangat bergantung pada kekuatan lapisan permukaan tanah.

"Kondisi lapisan bawah permukaan tanah menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan jenis pondasi, dangkal atau dalam. Dan dimensi pondasi, lebar dan kedalamannya," tambanya. (Qom)