Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 20:10 WIB

Dingin Menggigit, Banyak Ternak Unggas di Kebumen Mati

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Datangnya kondisi udara yang ekstrim dingin dalam seminggu terakhir ini berdampak banyak ternak unggas yang jatuh sakit, bahkan banyak diantaranya yang kemudian mati.

"Diantara tiga jenis ternak unggas, yaitu ayam, entok dan bebek, maka entok atau itik manilalah yang paling lemah atau 'ringkih' dalam menghadapi berlangsungnya cuaca ekstrim dingin ini," ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Unggas 'Tanuharjo' Kebumen, Sugito, di lapaknya, Kamis (20/06/2019).

Menurut Sugito, cuaca ekstrim dingin atau 'bediding' merupakan salah satu jenis kondisi udara yang berlangsung di tengah musim kemarau dan biasanya berdampak banyak ternak unggas yang jatuh sakit. Namun jumlah entok yang terdampak terlihat lebih
banyak dibanding ayam dan bebek.

"Banyak entok sehat yang dibawa dari desa yang jauh dari pasar ini, sesampainya di sini jatuh sakit lalu mati dan jumlahnya lebih banyak dibanding ayam dan bebek," ujar Sugito.

Selain musim ekstrim dingin, kondisi ekstrim panas yang terjadi di bulan April dan Mei 2019 lalu juga merupakan salah satu kondisi udara yang berdampak buruk bagi ternak unggas.

"Menurut pengamatan kami kondisi ekstrim panas tersebut puncaknya terjadi pada pertengahan bulan puasa Ramadhan hingga beberapa hari menjelang Lebaran 2019 lalu. Seperti halnya pada kondisi ekstrim dingin, entok juga menjadi ternak unggas yang
paling banyak sakit dan mati sepanjang berlangsungnya kondisi ekstrim panas tersebut," beber Sugito.  

Menurut Sugito berlangsungnya suhu udara yang tergolong ekstrim setiap tahunnya merupakan sebuah kenyataan yang memang harus dihadapi oleh para petani maupun pedagang ternak unggas.

"Salah satu upaya yang dianjurkan oleh petugas penyuluh saat meninjau ke sini adalah berupa pemberian nutrisi yang berkadar vitamin tinggi. Petani juga disarankan memiliki kandang yang bisa diatur suhu ruangannya demi menghindarkan dampak buruk bagi unggasnya," ujar Sugito.(Dwi)