DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 19:50 WIB

Djogja Unlimited Tourism, Perluas Jaringan Kerja Pelaku Wisata

SLEMAN, KRJOGJA.com - Tak kurang 250 pelaku wisata lintas komunitas di Indonesia mengikuti event Djogja Unlimited Tourism di The Waroeng of Raminten, Jalan Kaliurang Km 15 Sleman, Rabu (19/6/2019). Para pelaku wisata terdiri biro wisata, pemandu wisata, pengusaha rumah makan, resto, hotel, pusat oleh-oleh dan operator wisata.

Ketua Panitia Djogja Unlimited Tourism, Hardianto Wibowo mengatakan, event ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku wisata lintas komunitas dari seluruh penjuru Indonesia. Di situ, mereka bisa saling menawarkan produk wisata, menjalin kerja sama dan tentunya memperluas jaringan.

"Masing-masing pelaku wisata ini membawa brosur yang dibagikan ke yang lain," terang Bowo yang juga pengelola Omah Kuno Miring ini.

Menurut Bowo, Djogja Unlimited Tourism ini event perdana yang dikemas secara berbeda dan lebih menarik. Sebelum acara inti, para peserta diajak untuk brotowali challenge (lomba minum jamu brotowali), lomba selfie, belajar membatik dan selling produck paket wisata serta presentasi. Tak hanya itu, disela acara dilakukan program amal/charity dimeriahkan art perform.
"Kedepan event ini akan diteruskan dengan kemasan yang lebih menarik," ujarnya.

Dijelaskan Bowo, Yogyakarta sangat tepat dijadikan lokasi kegiatan, karena di Yogya dikenal sebagai kota Pariwisata. Banyak objek wisata baru (kekinian) yang muncul, menjadikan Yogya tidak ada batasnya untuk wisata. Selain itu, hadirnya bandara baru di Kulonprogo (Yogyakarta International Airport) akan semakin meningkatkan sektor pariwisata di DIY dan sekitarnya juga nasional.

"Pelaku wisata di DIY sudah siap menyambut beroperasinya bandara baru YIA," pungkasnya. (Dev)