DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 20 Juni 2019 / 15:45 WIB

Duh! Banyak Mahasiswa Dan Pelajar di Jogja Terpapar Narkoba

YOGYA, KRJOGJA.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY Brigjend  Pol Drs Triwarto Atmojo mengatakan 1,5 persen dari 100 ribu lebih mahasiswa dan Pelajar di Yogyakarta terpapar Narkoba.

"Ada 100 ribu lebih yang terdaftar dari Universitas besar belum ditambah lagi yang Universitas lain baru terdaftar. Jumlah mereka yang terpapar narkoba hampir 1,5 persen," kata Tri kepada wartawan saat jumpa pers rencana perangi peredaran naskoba di Yogyakarta bersama PT PP Properti. Kamis ( 20/06/19).

Menurutnya, jika 1,5 persen dari 100 ribu mahasiwa dan pelajar, artinya ada 1000 lebih yang terpapar narkoba di Yogyakarta.

"Ini sangat memprihatinkan. Memang Yogyakarta salah satu provinsi terbesar menggunakan narkoba dari mahasiswa dan pelajarnya dari data yang kami jadikan satu," tambahnya.

Kepala BNN DIY Brigjend Pol Drs Triwarno Atmojo dan Ir Rudi Wahyu Direktur Utama PT. PP Properti TBK melakukan tanda tangan kerjasama di Hotel GAIA ( Foto : Evi Nur Afiah)

Hal itu berpengaruh dari perkembangan di Yogyakarta yang sudah sedemikian pesat karena banyaknya masyarakat yang datang dari berbagai kalangan. Terlebih lagi Yogyakarta merupakan kota pelajar dan pariwisata sehingga potensi tersebut sangat besar untuk terus berkembang.

Sehingga, lanjut Tri, salah satu cara pencegahan maraknya narkoba disalahgunakan para mahasiswa dan pelajar yaitu dengan dibuatkan sebuah hunian apartemen yang bersih dari narkoba.

"Tempat-tempat tinggal seperti kost yang ada sekarang ini susah untuk dikontrol, dideteksi oleh aparat maupun pemerintah negara. Bahkan ada beberapa tempat ekslusif itu,"terangnya.

Rencana kawasan yang bersih dari narkoba juga merupakan keinginan keluarga yang menyekolahkan anaknya ke Yogya. Karena tidak sedikit orang tua yang mengkhawatirkan anaknya mengonsumsi narkoba karena jauh dari orang tua.

"Tidak hanya narkoba juga tindakan asusila-asusila yang lain pasti lebih terjamin tidak akan dilakukan. Karena sudah dipantau oleh aparat. Tentunya BNN mempunyai kerjasama dengan polri, maka kegiatan negarif akan dihindari," pungkasnya. (Ive)