Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 06:51 WIB

Kematian Mohammed Morsi, PBB Ingin Ada Penyelidikan Khusus

MESIR, KRJOGJA.com - PBB menyerukan penyelidikan independen terhadap kematian mantan presiden Mesir, Mohammed Morsi (67).

Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis itu meninggal setelah pingsan di tengah sidang di pengadilan pada Senin 17 Juni 2019 waktu lokal.

Mendiang didakwa atas dugaan pidana spionase setelah dilengserkan dalam kudeta militer berdarah pada 2013 silam.

Keluarga Mohammed Morsi telah lama menyuarakan keprihatinan atas perawatannya di penjara dan mengatakan bahwa pihak berwenang menolak permintaan baginya untuk dimakamkan di kota asalnya.

Pada akhirnya, mantan pemimpin itu dikebumikan di timur Kairo pada Selasa pagi di bawah keamanan yang ketat menurut sebuah laporan.

Dalam pernyataan dari Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB, Rupert Colvillee menyatakan:

"Kami percaya jelas bahwa harus ada penyelidikan independen menyeluruh atas keadaan kematian Morsi, termasuk kondisi penahanannya," Colvillee menyatakan dalam keterangan tertulis, dikutip dari BBC, Rabu (19/6/2019).

"Kekhawatiran telah dikemukakan mengenai kondisi penahanan Morsi, termasuk akses ke perawatan medis yang memadai, serta akses yang memadai ke pengacara dan keluarganya, selama hampir enam tahun dalam tahanan. Dia juga tampaknya telah ditahan dalam kurungan isolasi yang berkepanjangan."

Saat ini, permintaan untuk penyelidikan forensik terhadap kematian mendiang telah diserukan oleh berbagai pihak, termasuk organisasi penaungnya, Ikhwanul Muslimin atau Muslim Broterhood, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sekutu dekat almarhum.

Kedua pihak itu telah menyalahkan pemerintahan Mesir di bawah pimpinan Abdel Fattah al-Sisi atas kematian Mohammed Morsi.(*)