Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 05:50 WIB

Inggris dan Indonesia Memperdalam 11 Bidang Kerja Sama

INGGRIS, KRJOGJA.com - Pemerintah Inggris dan Republik Indonesia bertemu di London pada 17 Juni 2019 dalam platform Forum Kemitraan. Kedua negara mencapai berbagai kesepakatan, termasuk isu siber, perubahan iklim hingga pendidikan.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi.

Sementara delegasi Inggris dipimpin oleh Menteri Urusan Kabinet, David Lidington, dan didampingi Menteri Luar Negeri, Jeremy Hunt serta Menteri Urusan Asia - Pasifik, Mark Field.

Forum Kemitraan kedua ini diadakan pada kesempatan penting, karena kedua negara merayakan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2019.

Indonesia dan Inggris memiliki persahabatan yang khusus, luas dan mendalam yang hidup dan berkembang, dibangun dalam nilai-nilai dan sejarah bersama.

Pembicaraan Forum Kemitraan mencakup hubungan bilateral dan internasional, termasuk kerja sama di Dewan Keamanan PBB.

Mereka juga membahas potensi kesepakatan ekonomi dan perdagangan di masa depan, pendidikan sebagai bidang prioritas kerja sama, penanggulangan terorisme, perubahan iklim, dan meningkatnya intoleransi di seluruh dunia, demikian seperti dikutip dari situs resmi pemerintahan Inggris www.gov.uk, Rabu (19/6/2019).

Menlu RI Retno LP Marsudi menekankan bahwa peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara hendaknya dijadikan momentum bagi peningkatan kerjasama, terutama di bidang perdagangan dan investasi.

Dalam pertemuan, beberapa kerjasama juga dibahas, termasuk kerjasama di bidang pendidikan.

"Dalam 5 tahun ke depan, pengembangan sumber daya manusia akan menjadi fokus pembangunan Indonesia", kata Menlu Retno dalam keterangan tertulis dari Kemlu RI. Dengan demikian, Indonesia juga akan terus mengembangkan kerjasama pendidikan dengan Inggris.

Seperti dikutip dari laman resmi pemerintahan Inggris (https://www.gov.uk), kedua negara mencapai sejumlah kerja sama, meliputi:

1   Penanggulangan terorisme / penanggulangan kekerasan berbasis ekstremisme selama Kepresidenan Indonesia berikutnya di DK PBB, bersama dengan komitmen untuk bekerja sama secara erat dalam masalah-masalah PBB yang lebih luas, termasuk melalui kunjungan timbal balik;
2   Dialog Siber RI - Inggris menjelang pertemuan Kelompok Ahli Pemerintah PBB;
3    Perjanjian kerja sama antara Inggris dan Indonesia untuk membantu Indonesia dalam Pembangunan Rendah Karbon;
4   Komitmen bersama untuk menjaga kelangsungan perdagangan kayu yang diatur dalam skema FLEGT, begitu Inggris meninggalkan Uni Eropa
5  Partisipasi Indonesia dalam konferensi Media Freedoms yang diselenggarakan Inggris pada bulan Juli
6   Komitmen bersama terkait isu repatriasi pengungsi Rohingya ke Myanmar secara aman, sukarela dan bermartabat, serta pengakuan bersama atas perang penting ASEAN dalam isu tersebut;
7    Dukungan Inggris bagi upaya Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi di sektor Pendidikan;
8   Peluncuran kembali Kelompok Kerja Bersama tentang Ekonomi Kreatif;
9    Meningkatkan kerjasama ekonomi termasuk melalui dialog ekonomi tingkat kerja reguler;
10   Dukungan Inggris untuk upaya Indonesia untuk menarik investasi asing ke Indonesia, termasuk partisipasi Inggris dalam Forum Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2019;
11   Penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua negara tentang kegiatan kerja sama dalam bidang kelautan.(*)