Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 05:10 WIB

Rute Nasional Tak Selalu Diminati Maskapai Asing, Kenapa?

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pengamat Penerbangan, Ziva Narendra menyebutkan membuka pintu bagi maskapai asing bukan merupakan solusi untuk menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini dinilai terlalu mahal oleh masyarakat.

Dia menegaskan, maskapai asing belum tentu tertarik dengan rute domestik di Tanah Air. Kecuali untuk destinasi favorit dan dinilai potensial misalnya tempat wisata seperti Denpasar Bali.

"Kemudian untuk rute lain seperti Medan, Balikpapan, Makassar, apakah menarik buat maskapai asing," kata dia kepada media, Rabu (19/6/2019).

Meski dinilai bukan merupakan sebuah solusi, namun dia menyatakan hal tersebut dapat menjadi sebuah pilihan. Bahkan, kata dia, saat ini pun sebetulnya maskapai asing sudah masuk di Indonesia yaitu Air Asia.

"Jadi itu bukan menjadi solusi, tapi itu jadi opsi. Karena ada dua pintu yang bisa dieksplorasi, maskapai buka rute di Indonesia tapi ada juga maskapai buka airline lokal seperti Indonesia Air Asia ini," ujarnya.

Dia melanjutkan, semakin banyak maskapai bermain harga memang dapat bersaing dan terhindar dari duopoli. Serta rute yang terlayani dapat semakin banyak. Namun banyak hal pula yang perlu dipertimbangkan.

"Pemain banyak, harga kompetitif. Tapi sejak kita di banned Eropa kita belajar dari sejak 2017 itu kita buka pintu maskapai baru kita sudah belajar tidak sampai bermain harga sampai hedging," ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan harga tiket pesawat saat ini menjadi masalah bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia.

"Karena harga tiket pesawat istilahnya persaingan market berdasarkan fix cost yang kita tahu semua airline punya fix cost-nya sama provit marginnya yang beda-beda. Jadi airline kondisinya berat bukan di Indonesia, di global pun berat. Harga minyak gas bumi avtur (mahal) ini bukan di Indonesia," tutupnya.(*)