Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 04:10 WIB

Revitalisasi Kawasan Wisata Colo Kudus, PKL Kumuh Bakal Ditata

KUDUS, KRJOGJA.com - Kawasan wisata alam dan religi makam Sunan Muria di Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus, segera dilakukan penataan ulang atau revitalisasi. Langkah awal dimulai dengan melakukan perluasan terminal wisata dan pembangunan pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tempat parkir dan kafe yang berada di sisi bawah Hotel Graha Muria. Dari perhitungan teknis yang dilakukan konsultan CV Tunas Semarang, estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp 18 miliar.

Asisten II Bidang Ekonomi Kesejahteraan dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kudus, Ali Rifai mengatakan, penataan kawasan wisata Colo dimulai tahun anggaran 2020. Tempat penginapan rombongan peziarah atau dikenal dengan Pondok Boro, akan dipindahkan di lantai satu gedung bertingkat yang sebelumnya akan digunakan menampung 156  pedagang kaki lima (PKL), asongan dan warung makan.

“Pondok Boro akan kita bongkar untuk digunakan perluasan terminal,” ujarnya, Rabu (19/6/2019).

Pembuatan detail engineering design (DED) dilakukan pada APBD Perubahan tahun ini. Saat ini sudah ada terminal wisata di lantai dasar gedung berlantai tiga dengan daya tampung antara 40 bus sampai 45 bus. Dengan tambahan landasan perluasan di sebelah baratnya, kapasitas terminal wisata nantinya mampu menampung hingga 100 bus.  

“Gedung bertingkat di atas terminal wisata awalnya untuk PKL, tetapi mereka enggan menempati dengan alasan kurang prospektif untuk berjualan. Sebagai gantinya pemerintah akan menempatkan para PKL di pinggiran terminal wisata,” ungkapnya.

Staf Ahli Bupati Kudus Bidang Ekonomi Pembangunan, Agus Suronto menambahkan, penataan kawasan wisata Colo akan dilakukan secara berkelanjutan. Setelah DED jadi akan segera diajukan kebutuhan anggarannya.

Tenaga Ahli Konsultan CV Tunas, Erlina menyatakan, luas area pengembangan terminal wisata Colo eks Pondok Boro 6,478 meter per segi (m2), terdiri dari empat blok. Blok A memiliki luas 1.149 m2, blok B 900 m2, blok C 1.253 m2, dan blok D seluas 3.176 m2.

Menurut salah seorang petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Obyek Wisata Colo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Budiyono, di saat puncak keramaian wisata umum dan peziarah, jumlah bus masuk antara  150- 200 bus. Terutama pada bulan Sura dan Ruwah, serta kalender umum bulan Desember saat libur natal dan tahun baru.(Trq)