Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Juni 2019 / 00:10 WIB

Sistem Zonasi, SMP Favorit Ini Bakal Kekurangan Siswa

KENDAL, KRJOGJA.com - Sistem Zonasi dan online pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 memang bertujuan untuk pemerataan prestasi dan menghilangkan 'sekolah favorit', siswa tidak lagi bisa memilih sekolah yang dikehendaki dan hanya bisa memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal. Selain itu dengan sistem Zonasi akan menghilangkan sekolah tertentu yang menjadi juara dalam hal pelajaran karena selama ini siswa yang berprestasi akan dimudahkan dalam mencari sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Parno kepada sejumlah media Rabu (19/6/2019) menyatakan hal tersebut. Alhasil pada hari ketiga penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kabupaten Kendal, sejumlah SMP negeri masih kekurangan murid. Namun, pendaftaran PPDB masih akan dibuka hingga Sabtu 22 Juni mendatang pukul 23.59. Dengan begitu tidak menutup kemungkinan kekurangan murid tersebut bisa terpenuhi.

"Saat ini ada 17 SMP yang masih kekurangan siswa, namun demikian dengan jumlah lulusan SD yang mencapai 13.260, sementara  daya tampung SMP Negeri sebanyak 8.800 peserta didik maka semua sekoah akan terisi," ujar Parno.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Menengah Pertama, Syahban Siantoro, mengatakan, sekolah yang kekurangan murid tersebut,nantinya bakal mendapat limpahan dari sejumlah SMP yang kelebihan pendaftar. ‘’Seperti kelebihan pendaftar dari SMP 2 Kendal bisa dilimpahkan ke SMP 1 Kendal, SMP 3 Kendal, maupun SMP negeri di luar zona yang masih berdekatan,’’ Ujar Syaban.

Sementara itu Kepala SMP 3 Patebon yang sebelumnya merupakan sekolah favorit Ahmad Jazuri, diprediksi sekolahnya akan mengalami penurunan jumlah siswa sekitar 30 persen. Dari kuota peserta didik yang mencapai 256 akan terpenuhi hanya kisaran 200an siswa yang mendaftar. Dikatakanya hingga hari rabu ini saja baru 167 pendaftaritupun 4 siswa merupakan limpahan dari sekolah lain.

Pihaknya mengakui sekolahnya berfasilitas lengkap dan sudah disiapkan 8 kelas dengan fasilitas yang memadai, akan sayang jika sampai kekurangan siswa. Pihaknya berharap jika sampai pendaftaran berakhir dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten kendal untuk memberikan waktu satu atau dua hari pendaftaran agar kuota terpenuhi.

"Kami akan meminta kepada Dinas untuk memberikan tambahan waktu pendaftaran agar kuota kami terpenuhi, jika tidak diperbolehkan maka bisa dipastikan akan kekurangan siswa sampai dua kelas," ujar Jazuri.

Jazuri mengaku, sistem zonasi berpengaruh terhadap jumlah peserta didik. Sebab tahun-tahun sebelumnya, peserta didik tersebar dari berbagai kecamatan yang ada di Kendal. Namun, sekarang hanya satu kecamatan dengan enam desa/kelurahan.

"Hasil pendataan yang kami lakukan, sebanyak 190 siswa kami berasal dari Kecamatan Patebon dan sisanya dari kecamatan lain. Harapan saya kuota bisa terpenuhi," lanjutnya. (Ung)