Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 20 Juni 2019 / 11:23 WIB

Zona 1 Dipersempit, Dewan Minta Dokumen Calon Murid Dicermati

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Kalangan DPRD Kabupaten Karanganyar khawatir terjadi manipulasi berkas administrasi kependudukan calon murid yang mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri di zona 1. Panitia PPDB diminta cermat meneliti berkas kependudukan pendaftar. 

“Pertimbangan mempersempit zona 1 untuk membuka lebih luas kesempatan siswa berprestasi bisa masuk sekolah idaman (zona 2). Catatannya, panitia harus mengontrol keabsahan dokumen pada zona 1,” kata Ketua Komisi D DPRD, Endang Muryani, Senin (17/6).

Ia tak menginginkan orangtua calon murid menghalalkan segala cara agar anaknya diterima di sekolah favorit. Yani memanipulasi data kependudukan agar seolah-olah berdomisili di zona 1. Sebagaimana diketahui, penerimaan siswa baru asal zona 1 tanpa seleksi sama sekali. "Istilahnya, kalau sudah berada di zona 1, walaupun nilai UASBN jeblok, tetap bisa diterima," katanya.

Dalam pembahasan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diputuskan wilayah zona 1 dipersempit. Dulunya, ditentukan wilayah zona 1 ada di lingkup RW. Setelah dipersempit, menjadi lingkup RT sekitar sekolah. Hasil pembahasan tersebut akan disampaikan ke Bupati Juliyatmono agar diputuskan teknis pelaksanaan PPDB online SMP. (Lim)