Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 20 Juni 2019 / 09:25 WIB

Mudik Lebaran Lancar, Ini Sebabnya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Perjalanan mudik Lebaran tahun 2019 yang lancar, baik melalui Tol Trans-Jawa, Tol Trans-Sumatera, maupun jalur arteri, diakui dan diapresiasi sejumlah pihak. Kelancaran arus mudik tahun ini antara lain karena optimalisasi ruas-ruas tol Trans Jawa di antaranya, ruas tol Pejagan – Pemalang Seksi 3 dan 4, ruas Tol Batang – Semarang, ruas Tol Salatiga – Kartasura, serta ruas Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi.   

"Kami terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari proses pembangunan infrastruktur jalan tol, hingga berbagai ruas yang sudah kami operasikan. Itu komitmen yang terus kami jaga dan tingkatkan setiap tahun," kata President Director PT Waskita Karya (Persero) TBK I Gusti Ngurah Putra  di Jakarta, Rabu (19/6)

Menurutnya, PT Waskita Karya melalui sejumlah anak usahanya, selama arus mudik dan balik tahun ini, memang menyiapkan berbagai fasilitas untuk kemudahan dan kelancaran pemudik di jalur tol Trans Jawa. Misalnya, di rest area KM 228 (A) yang memiliki fasilitas parkir untuk 300 kendaraan, SPBU dengan 14 dispenser, terdapat 47 kios, 98 toilet pria, Urinoir 86, Bengkel 1 unit, Top Up Emoney 1 unit, pos kesehatan 1 unit. 
Sementara Rest Area KM 229 (A) memiliki fasilitas parkir untuk 300 kendaraan, SPBU 7 Dispenser, UKM 37 unit, Toilet Pria 12, Urinoir 6, Toilet Wanita 15, Bengkel 1 unit, Masjid 1 unit, Top up 1 unit, dan Pos kesehatan 1 unit. 

Kemudahan dan pelayanan maksimal semacam itu juga tersedia di berbagai rest area yang lain, seperti di Rest Area KM 252 (A) Pejagalan Pemalang, Rest Area KM 260 (B) di jalur Pejagan Pemalang, Rest Area Fungsional Pemalang Batang di KM 344 (A), dan Rest Area di KM 344 (B). 

Pakar tata kota Yayat Supriyatna, berpendapat bahwa penyebab lancarnya arus mudik tahun ini terutama karena peran tol Trans Jawa yang amat menentukan.
Selain itu, kebijakan merelokasi gerbang tol Cikarang Utama, juga mampu mengurai penumpukan antrean kendaraan yang sebelumnya terpusat di lokasi itu, baik yang menuju Cipali maupun yang ke Purbaleunyi.  "Kata kuncinya sinergi pemangku kepentingan dalam membuat sistem untuk kelancaran pergerakan sejuta lebih kendaraan,’’ ujar Yayat.

Yayat  memberikan apresiasi, karena menurutnya, mengatur kelancaran satu juta lebih kendaraan antar kota dalam satu periode waktu yang sama, bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, sinergi antara BPJT, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, BUJT, Korlantas Polri, dan peran penting Waskita Toal Road, tahun ini sangat baik sehingga masyarakat merasa sangat terbantu. (Lmg)