DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 19 Juni 2019 / 15:05 WIB

Belum 'Update Info', Masyarakat Masih Padati Dukcapil Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com - Perubahan juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang tidak lagi harus menyertakan legalisir akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK), belum sampai ke masyarakat. Hal ini tambah dari masih masih panjangnya antrean pemohon legalisir di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman.

Seperti yang terpantau, Rabu (19/6). Antrean pemohon bahkan mengular sampai ke jalan. Tak hanya itu, kendaraan milik warga juga tidak bisa masuk ke areal kantor Disdukcapil Sleman. Karena petugas sampai harus menambah meja pelayanan di luar kantor.

"Sampai saat ini sudah ada 850 pemohon legalisir. Itu baru tengah hari," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Sleman, Endang Mulatsih.

Sejumlah warga yang memohon legalisir mengaku datang sejak pagi. Namun antreannya sudah mencapai ratusan. Seperti yang dirasakan Endah warga Minomartani Kecamatan Ngaglik. Dia tiba di Kantor Dukcapil Sleman sekitar pukul 07.20 WIB dan sudah mendapatkan nomor antrean 476. Dia sendiri mengaku juga sudah tahu kalau mendaftar sekolah tidak harus melampirkan legalisir.

"Sudah tahu, tapi tetap legalisir saja. Takutnya tetap ditanya sama pihak sekolah, jadinya malah harus bolak bali. Tahu kalau tidak harus pakai legalisir juga baru siang," katanya.

Senada dirasakan Ani. Warga Condongcatur Depok Sleman ini mendapatkan informasi kalau daftar sekolah tidak harus menyerahkan akta dan KK yang sudah dilegalisir dari 'WhatsApp' (WA) group. Namun dia tetap memutuskan untuk legalisir saja. "Dari pada nanti pas daftar ditanyakan sama pihak sekolah. Lebih baik dipersiapkan semuanya," ujar Ani yang ingin memasukkan anaknya ke SMPN 1 Depok ini. (Awh)