DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 19 Juni 2019 / 14:54 WIB

396 Siswa Gagal Masuk Jalur Bibit Ungggul

YOGYA, KRJOGJA.com - Dari total 703 siswa lulusan SD yang mendaftar SMP Negeri di Kota Yogya dari jalur bibit unggul, lebih dari separuhnya harus terlempar. Jumlah pendaftar yang kalah bersaing tersebut mencapai 396 siswa. Akan tetapi mereka masih memiliki peluang mendaftar SMP Negeri melalui jalur lain.

"Kalau yang belum diterima dari jalur bibit unggul, ada kesempatan mendaftar di jalur jarak atau wilayah maupun jalur mutu atau prestasi. Jika ada yang menjadi pemegang kartu menuju sejahtera (KMS), juga ada jalur khusus KMS," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogya Budi Santoso Asrori.

Bagi warga Kota Yogya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP Negeri di tahun ini memang memiliki banyak jalur. Hal ini guna memberikan rasa keadilan dalam sistem PPDB berbasis zonasi, mengingat letak SMP Negeri di Kota Yogya belum merata hingga setiap wilayah.

Jalur tersebut ialah bibit unggul, jarak, mutu dan KMS. Khusus untuk jalur bibit unggul, baru di tahun ini mulai digulirkan. Calon pendaftarnya pun diajukan oleh pihak sekolah atau SD tempat asalnya dengan mempertimbangkan rerata rapor dari kelas IV hingga VI.

Meski syarat pendaftaran ialah ranking terbaik di sekolah asal, namun proses seleksi untuk menentukan diterima atau tidak, tetap mempertimbangkan hasil USBN SD. "Total kuota SMP Negeri untuk jalur bibit unggul ada 346 kursi. Tetapi yang terisi hanya 307 kursi. Ada empat SMP Negeri yang kuota bibit unggulnya tidak terisi penuh," imbuh Budi.

Kuota kursi jalur bibit unggul yang tidak terisi penuh tersebut ialah SMPN 3 ada 11 kursi, SMPN 13 ada 1 kursi, SMPN 14 ada 11 kursi, dan SMPN 15 ada 16 kursi. Masing-masing kursi jalur bibit unggul yang tidak terpenuhi itu otomatis akan dimasukkan ke jalur mutu atau prestasi.

Budi menjelaskan, warga Kota Yogya yang hendak melanjutkan ke SMP Negeri tidak perlu khawatir. Hal ini lantaran selain banyak jalur yang bisa dimanfaatkan, total daya tampungnya juga tergolong banyak yakni 3.462 kursi. Jika dibandingkan dengan jumlah lulusan SD dalam kota yang mencapai 4.500 siswa, maka persaingannya cenderung tidak terlalu berat.

Apalagi, banyak lulusan SD yang langsung memilih sekolah swasta dengan berbagai pertimbangannya. Sementara bagi siswa yang sudah dinyatakan diterima SMP Negeri dari jalur bibit unggul, harus registrasi ulang di sekolah tersebut pada 18-19 Juni 2019.

Jika ada yang tidak lapor diri, maka dianggap mengundurkan diri serta tidak lagi bisa mendaftar SMP Negeri dari jalur lainnya. Untuk jalur jarak atau wilayah, pengajuan pendaftaran sudah bisa dilakukan pada 20 Juni, dan verifikasi pada 24- 25 Juni 2019. Sedangkan jalur prestasi maupun KMS, pengajuannya dibuka 28 Juni dan verifikasi pada 1-3 Juli 2019. (Dhi)