DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 19 Juni 2019 / 10:46 WIB

BPBD Yogya Gagas Taman Mitigasi Bencana

YOGYA, KRJOGJA.com - Upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa dipandang sebelah mata seiring potensi bencana yang terus mengintai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya pun menggagas pembentukan taman mitigasi bencana dengan memanfaatkan gedung yang sudah tidak terpakai.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogya Hari Wahyudi, menjelaskan pihaknya baru saja mendapatkan pelimpahan aset eks gedung SD Negeri Patangpuluhan. "Kami sudah mewacanakan taman mitigasi bencana dan kebetulan mendapatkan aset di Patangpuluhan itu," jelasnya.

Sejak tahun lalu, SD Negeri Patangpuluhan sudah diregrouping ke SD Negeri Sindurejan. Hal ini berkaitan dengan lokasinya yang ternyata berada di wilayah Kasihan Bantul setelah ada otonomi daerah. Padahal aset tanah dan bangunan merupakan milik Pemkot Yogya.

Hari menjelaskan, pihaknya sudah pernah memanfaatkan lokasi tersebut untuk kegiatan buka bersama dengan para relawan. Selanjutnya, melalui anggaran perubahan akan diupayakan penambahan fasilitas yang mendukung untuk pembangunan taman mitigasi bencana.

"Saat kami lakukan bersih-bersih, respons relawan sangat tinggi. Tidak hanya relawan dari Kota Yogya saja yang datang membantu, tetapi dari wilayah lain di DIY bahkan luar DIY. Padahal mereka sama sekali tidak dibayar, tapi suka rela membantu," urainya.

Selain menjadi wahana edukasi pengurangan risiko bencana, taman mitigasi bencana tersebut rencananya juga jadi ajang pertemuan antarrelawan. Apalagi di Kota Yogya terdapat ribuan relawan yang terdiri dari 25 komunitas dan 101 kampung tangguh bencana. Selama ini BPBD Kota Yogya tidak memiliki tempat yang representatif untuk bisa mengumpulkan seluruh relawan.

Sedangkan sejumlah fasilitas yang akan dibangun di taman mitigasi bencana antara lain simulator gempa bumi serta flying fox mini dan panjat tebing mini. Dengan begitu, anak-anak bisa tertarik bermain sekaligus belajar memahami alur penanganan bencana. "Targetnya tahun 2020 sudah bisa terbangun," tandas Hari. (Dhi)