Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 18 Juni 2019 / 21:35 WIB

Jalan Mulus, JJLS Baru Kebumen Rawan Kecelakaan

KEBUMEN KRJOGJA.com - Sejak diresmikan penggunaannya tahun 2018 lalu, JJLS di wilayah Kebumen menjadi rawan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen kini tengah mencari cara untuk meningkatkan manajemen lalu lintas di ruas jalan sepanjang 39,9 kilometer tersebut.

"Pemasangan sejumlah papan peringatan berbunyi 'Bukan Jalan Tol Patuhi Rambu-Rambu Kecepatan Jalan' di beberapa titik tepi ruas jalan ini merupakan salah satu kepedulian Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah dan Dishub Kebumen terhadap  berfungsinya JJLS baru selama setahun terakhir ini," ujar Kepala Dishub Kebumen, RI Ageng Sulistyo Handoko SIP, di ruang kerjanya, Selasa (18/06/2019).

Pemasangan papan peringatan dengan dasar warna hijau dan tulisan berhuruf kapital putih tersebut sengaja dipasang dengan tujuan agar para pengguna jalan tahu bahwa ruas jalan yang lurus dan berkonstruksi bagus itu bukanlah jalur jalan bebas hambatan atau jalan tol.

"Dengan demikian, mereka sebaiknya berhati-hati khususnya dalam mengatur kecepatan kendaraan karena ruas tersebut bukanlah jalan tol. Akibat kecepatan tinggi kendaraan bermotor saat melewatinya menjadikan jalur tersebut rawan lakalantas," ujar Ageng.

Sejak difungsikan di bulan Juni 2018 lalu hingga Juni 2019, di satu sisi JJLS baru Kebumen cukup diminati oleh para pengguna jalan, termasuk saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 lalu. Kondisi jalan yang lurus, halus dan bagus ditengarai menjadikan
masyarakat tertarik untuk melewatinya. Termasuk, menuju sejumlah obyek wisata di pesisir Kebumen.

"Namun di sisi lain sarana yang dimilikinya seperti lampu penerangan jalan (LPJ), lampu pengatur lalu lintas di sejumlah persimpangan yang ramai, papan petunjuk wilayah dan rambu lalu lintas masih sangat minim. Kami sangat menyadari kekurangan itu," ujar Ageng. (Dwi)