Olahraga Agregasi    Rabu, 19 Juni 2019 / 07:12 WIB

Lorenzo Terlalu Agresif, Petrucci Maklum

BARCELONA, KRJOGJA.com – Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, coba memberikan tanggapan soal aksi agresif yang diperlihatkan Jorge Lorenzo kala tampil pada seri ketujuh MotoGP musim 2019 di Catalunya. Menurut Petrucci, hal tersebut dilakukan Lorenzo agar bisa menjawab kritikan terhadapnya.

Sebagaimana diketahui, nama Lorenzo memang jadi perbincangan seusai balapan di Sirkuit Barcelona pada akhir pekan kemarin berlangsung. Ya, Lorenzo disebut-sebut sebagai biang kerok di balik insiden tabrakan beruntun yang membuat Valentino Rossi, Maverick Vinales, serta Andrea Dovizioso gagal finis

Lorenzo membuat kesalahan fatal ketika coba melewati Vinales di tikungan ke-10. Akan tetapi manuver Lorenzo tidak sempurna, sehingga ia kehilangan keseimbangan dan menabrak Vinales. Insiden tersebut juga memaksa Dovizioso dan Rossi yang berada di dekat mereka terkena imbas. Keempat pembalap itu kompak tak bisa melanjutkan balapan.Lorenzo sendiri sebenarnya sudah meminta maaf dengan mendatangi tiga ‘korbannya’ tersebut. Meski begitu komentar bernada kritikan terus menghujani Lorenzo. Petrucci pun menyebut apa yang dilakukan Lorenzo tersebut sejatinya tak perlu dibesar-besarkan.

Sebab, Petrucci beranggapan bahwa Lorenzo melakukan aksi nekat itu karena merasa terbebankan dengan kesulitannya selama membela Tim Repsol Honda.

“Lorenzo sangat agresif. Saya merasa dia ingin melakukan penebusan setelah kesulitan-kesulitan yang dia alami selama memperkuat Honda. Sebelum tikungan itu, saya memisahkan diri dengan cepat,” jelas Petrucci, seperti disadur dari GPOne, Senin (17/6/2019).

“Akan tetapi Valentino berhasil melewati saya, dan Jorge juga melaju sangat cepat. Saya mengatakan pada diri sendiri: apabila mereka dapat menikung, maka saya kembali ke pit dan gagal finis,” sambung pembalap berjuluk Petrux tersebut.

“Saya sangat menyesal untuk Vinales dan Dovizioso karena mereka tidak bisa apa-apa. Pada akhirnya, insiden itu membantu saya, tapi menjadi pukulan buruk untuk tim. Mereka (Tim Ducati) bahagia dengan hasil yang saya dapatkan, tapi tidak lazim. Saya bisa memahaminya,” tutupnya.