DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 18 Juni 2019 / 16:51 WIB

Industri Mebel dan Kerajinan Dituntut Kreatif

YOGYA, KRJOGJA.com - Industri mebel dan kerajinan di DIY masih terus bertumbuh dengan semakin kreatif dan inovatifnya para perajin. Selain itu, pasar industri mebel dan kerajinan di DIY masih terbuka luas baik pasar dalam negeri (domestik) maupun pasar ekspor.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) DIY Timbul Rahardjo mengakui, kondisi industri mebel dan kerajinan di DIY sebetulnya di satu sisi mengalami kenaikan. Sedangkan di sisi lainnya mengalami kemunduran.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengusaha DIY di bidang mebel dan kerajinan yang memiliki kreativitas dan inovasi baik mengalami kemajuan. Semisal kreativitas dalam bidang marketing, menciptakan produk, efisiensi produk dan sebagainya.

"Sebaliknya, pelaku usaha mebel dan kerajinan di DIY yang justru mengalami kemunduran biasanya yang hanya mengekor, mengikuti hingga menjiplak produk yang laku dijual atau hanya follower," ujar Timbul.

Terkait pasar industri mebel dan kerajinan DIY, menurut Timbul, UMKM dan pengusaha yang mampu berinovasi dan kreativitaslah yang bisa memperluas pasar baik dalam maupun luar. Contohnya perusahaannya yang selama ini selalu mendapatkan order atau pesanan dari perusahaan besar (buyers). Biasanya seller harus melakukan efisiesi dan tepat sasaran memilih buyers karena terkait persaingan harga agar bisa ditekan seoptimal mungkin.

"Pengusaha mebel dan kerajinan haruslah berhatihati dalam menentukan keputusan. Jika tidak mereka akan bangkrut, terutama yang berkapasitas besar. Sebab infrasruktur industri mebel dan kerajinan di DIY masih semi manual, sehingga meskipun sudah menggunakan bantuan mesin tetapi masih menggunakan tenaga manusia," tandasnya.

Kondisi tersebut, membuat pengusaha mebel dan kerajinan harus berhati-hati dan lebih selektif menerima order atau pesanan yang sifatnya besar baik itu pasar domestik maupun pasar ekspor. Pasar dalam negeri mebel dan kerajinan di DIY juga tidak kalah potensinya dengan ekspor. Hal ini dapat dilihat dari animo buyers dalam negeri yang tinggi ketika ditawarkan produkproduk kelas ekspor.

"Hanya ternyata informasi produk mebel dan kerajinan lokal justru tidak terdengar di masyarakat sehingga industri furnitur di dalam negeri justru dijejali dengan produk furnitur impor dari mayoritas yang didatangkan dari China dan sebagainya. Toko mebel yang ada di daerah rata-rata memasang produk mebel lokal tetapi dari luar, padahal produk mebel kita mempunyai nilai tersendiri dan material yang berkualitas bagus," jelasnya.

Timbul menilai, programprogram yang dilakukan Pemerintah sebenarnya sudah cukup bagus dalam mengembangkan industri mebel dan kerajinan di tanah air. Tetapi masih banyak UMKM yang mentalitasnya kurang bagus baik dalam hal kreativitas dan ingin terus difasilitasi Pemerintah. UMKM yang seperti inilah yang tidak akan berkembang karena hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah semata. (Ira)