DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 18 Juni 2019 / 16:36 WIB

Seleksi Perangkat Desa Tunggu Registrasi Perda

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pelaksanaan seleksi perangkat desa masih menunggu registrasi Peraturan Daerah (Perda) dari Pemda DIY. Sedangkan untuk jadwal pelaksanaan seleksi perangkat desa akan diserahkan sepenuhnya ke pemerintah desa (pemdes).

Kabid Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas PMD Kabupaten Sleman, Agung Endarto menjelaskan perubahan Perda No 16 Tahun 2016 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa sekarang ini tinggal menunggu nomor registrasi. Setelah nomor registrasi, perda baru bisa digunakan sebagai payung hukum.

"Mungkin dalam waktu dekat, nomor registrasi sudah selesai. Soalnya revisi atas evaluasi Gubernur DIY sudah disampaikan ke Pemda DIY," jelas Agung.

Untuk jadwal pelaksanaan, akan diserahkan ke pemdes masing-masing. Hal itu dikarenakan kewenangan penyelenggaraan seleksi perangkat desa berada di desa. Termasuk pembuatan soal, nantinya desa bekerja sama dengan perguruan tinggi.

"Pelaksanaannya tergantung dari kesiapan desa masing-masing. Sedangkan pembuatan soal, bukan lagi Pemkab bekerja sama dengan perguruan tinggi. Tapi sudah diserahkan ke desa untuk kerja sama dengan perguruan tinggi," ujarnya.

Untuk musyawarah desa (musdes) telah dihilangkan dalam perda. Namun diganti dengan nilai pengabdian calon peserta. Selain itu juga ada tambahan poin bagi warga desa setempat.

"Ini untuk mengapresiasi kepada masyarakat yang telah mengabdi ke lembaga kemasyarakatan yang ada di desa. Misalnya pernah jadi ketua RT/RW, ketua karangtaruna, LPMD dan lainnya," terangnya.

Sebagaimana diketahui, sekarang ini ada sekitar 130 jabatan perangkat desa di hampir seluruh desa di Kabupaten Sleman. Kekosongan itu mulai dari dukuh, kaur, kasi hingga sekretaris desa (sekdes).

“Kekosongan itu karena ada yang bergeser, masa jabatan habis dan meninggal dunia. Hal itu terjadi sejak awal 2018 hingga sekarang," pungkasnya. (Sni)