Olahraga Editor : Danar Widiyanto Selasa, 18 Juni 2019 / 14:51 WIB

Cerita Dibalik 'Gol Setan' M Eksan, PSS Promosi Divisi Utama Tahun 2000

SLEMAN, KRJOGJA.com - PSS memiliki sejarah yang cukup menarik untuk diulas lebih mendalam. Salah satu yang terbilang paling bersejarah bagi Super Elang Jawa terjadi di tahun 2000 saat untuk pertama kali tim yang identik dengan jersey hijau tersebut melangkah untuk pertama kalinya ke Divisi Utama (setara Liga 1 saat ini).

Di masa tersebut, satu orang yang mungkin akan selalu diingat karena menjadi penentu lolosnya PSS adalah sosok Muchamad Eksan. Bagaimana tidak, dua golnya ke gawang PSB Bogor di fase delapan besar Divisi I tahun 2000 secara resmi membuat PSS maju ke semifinal dan sekaligus mengunci tiket promosi.

Eksan menceritakan, di era 2000 tersebut PSS bukan tim dengan gelimang uang layaknya beberapa musim terakhir ini. Pegawai PDAM Sleman ini bahkan mengaku hanya mendapat gaji Rp 125 ribu perbulan di musim tersebut.

“Dulu benar-benar prihatin, saya dapat gaji Rp 125 ribu perbulan. PSS belum punya duit seperti sekarang ini, tapi kebersamaannya yang membuat tim kala itu benar-benar solid,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com Selasa (18/6/2019).

Eksan sendiri mengaku meski tim dalam kondisi serba pas-pasan, namun situasi yang terjadi saat itu sangat terpatri di hatinya hingga kini. Antar pemain menurut dia punya rasa saling memiliki yang besar pada tim sehingga mengupayakan kemampuan maksimal demi PSS.

“Timnya guyub, sampai sekarang pemain-pemainnya masih berkomunikasi bahkan punya grup Whatsapp. Meski tidak punya uang tapi kebersamaannya luar biasa, itu yang mungkin jadi kunci juga bisa promosi,” sambung dia tersenyum.

Momen-momen spesial bagi pribadi Eksan sendiri tercatat pula di tahun tersebut. Dengan torehan 13 gol ia menjadi topskor Divisi I Liga Indonesia. Dua gol bersejarah pun dilesakkannya kala menjamu PSB Bogor di Stadion Tridadi bahkan salah satunya disebut sebagai Gol Setan karena hampir tak disangka pemain lawan.

“Saat itu lawan PSB, partai penentuan delapan besar kami harus menang, main di Tridadi. Sampai babak kedua itu skor masih imbang 1-1, sebelumnya saya juga cetak gol bagi PSS. Imbang saja kami tidak lolos, jadi harus menang. Lima menit sebelum selesai pertandingan, kok ya saya bisa cetak gol, saya spekulasi tendang saja dan ternyata bola masuk ke pojok gawang, kiper lawan tidak lihat ‘ora weruh ngerti-ngerti mlebu’. Itu kemudian dibilang gol setan M Eksan,” kenangnya.

Kenangan Eksan lantas berlari kembali sebelum pertandingan melawan PSB. Selama seminggu, ia bersama duet penyerang lain Muhammad Muslih diminta untuk Istiqoroh oleh manajemen PSS di bawah H Sukidi. Setiap tengah malam mereka berdua harus bangun dan berdoa tidak boleh putus selama tujuh hari.

“Ya doa-doa itu mungkin dijawab Allah, di pertandingan sebelumnya lawan Persiba Balikpapan kami menang 6-1 dan kebetulan saya buat rekor 5 gol. Ya itu, sempat juga diminta jalan mundur saat mau masuk lapangan, ya saya lakukan juga. Mungkin memang tidak masuk akal sehat tapi ya itu terjadi,” sambung Eksan terkekeh.

Sayangnya, di pertandingan final di Stadiom Benteng Tangerang, 30 Mei 2000 PSS harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dan finish di peringkat kedua. Meski begitu, sejarah tercatat di mana untuk kali pertama PSS melangkah ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Tak berhenti di M Eksan saja, KRjogja.com sempat pula berbincang dengan M Bagong Ansori yang menjadi bek kanan andalan PSS di musim promosi 2000 tersebut. Dari Bagong, KRjogja.com mendapat dokumentasi foto dan nama-nama skuad PSS musim tersebut.

“Semuanya anak-anak lokal DIY seingat saya saat itu karena ya kondisi masih prihatin sekali memang. Tapi ya ternyata karena semua mau, bisa promosi ke Divisi Utama sebagai runner up,” ungkap Bagong. (Fxh)