Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 18 Juni 2019 / 11:47 WIB

Pelanggan Listrik Pra Bayar Meningkat

SEMARANG, KRJOGJA.com - Minat langganan listrik PLN pola pra bayar (voucher) kini meningkat. Tingginya minat migrasi dari pasca bayar menjadi pra bayar karena dinilai pra bayar lebih hemat dan bebas dari pemutusan sambungan.

Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN UID Jateng dan DIY Haris di sela acara Halal bi Halal, Senin (17/06/2019) mengatakan saat ini jumlah pelanggan pra bayar di wilayah Jateng dan DIY mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya 30 persen merupakan pelanggan paska bayar.

“Kami berharap, pelanggan PLN seluruhnya akan menjadi pelanggan prabayar. Ini karena menjadi pelanggan prabayar lebih hemat, dan listrik tidak akan diputus bila terlambat melakukan pembayaran tagihan listrik,” tambah Haris.

Dijelaskan untuk pelanggan paska bayar yang sering terlambat melakukan pembayaran tagihan, oleh PLN akan disarankan untuk menjadi pelanggan prabayar, sehingga listrik tidak akan diputus. Bila pelanggan yang mengalami keterlambatan sempat diputus alirannya, maka untuk pengambungan pun menurut Haris dikenakan biaya sambung layaknya pemasangan baru.

Hal ini tentunya akan memberatkan pelanggan. Karenanya pola Pra Bayar akan menyelamatkan pelanggan dari pemutusan aliran listrik karena keterlambatan atau tunggakan. Bagi keluarga kurang mampu pun penggunaan pra bayar cukup tepat, karena listrik bisa diisi dengan voucher sesuai kemampuan keuangan secara bertahap.

Haris juga menyinggung tentang tunggakan pembayaran listrik masyarakat. Ditegaskannya pada semester satu tahun ini tidak ada tunggakan atau nihil. Ini karena sebagian besar masyarakat sudah menggunakan listrik prabayar.

“Kami berharap masyarakat yang belum beralih ke prabayar, dapat segera mengganti dengan layanan prabayar yang lebih hemat,” papar Haris. (Cha)